Selasa, 04 Desember 2012

Sinopsis Detektive Conan Live Action - File 2

Locked Room Murder on Live Broadcast! Exposing the Secret Curse

Terlihat sebuah sendok melayang ditengah ruangan itu, "Shinichi?" tanya Ran. Shinichi mengiyakan, Kogoro terlihat bingung melihat sendok itu melayang, "Kalian melihatnya juga kan? Bukan mataku yang rusak kan?"

"Aneh?",Shinichi mendekati sendok itu dan menarik kawat.

"Kawat nilon?" tanya Kogoro sambil mengambil sendok itu lalu menggosok-gosok gagangnya dengan jarinya, "Dia ingin membodohi kita, sesaat kupikir akulah yang membuat benda ini melayang dengan kekuatan supranatural"
"Ya ampun ayah!" kata Ran, "Hey siapa sih yang berbuat hal semacam ini?"


"Entahlah," sahut Shinichi, "Yang jelas ini adalah surat tantangan yang ditujukan untukku". Tiba-tiba Kogoro ikut berbicara dengan nada serius, "Ada satu hal yang terlihat jelas".

"Paman ingin berkata, aku melewatkan sesuatu?" sahut Shinichi. Kogoro melanjutkan masih dengan nada serius, "Kalau kita kehilangan ketenangan kita pasti kalah dalam keadaan semacam ini"

"Meski paman tenang sekalipun, paman pasti tidak akan ingat apapun," kata Shinichi. Dipanel terlihat tanggal 2 September 2010, "Aku tahu itu hari ulang tahun nenek buyutku," kata Kogoro tiba-tiba.
"Tentu saja bukan,"kata Shinichi,"Hari ini adalah kasus pembunuhan yang terjadi saat siaran langsung disebuah acara TV". Ran juga ingat kasus itu, "Ah kasus itu" katanya. Shinichi memasukkan kata kunci Majikku artinya Magic.

Terdengar suara pembawa acara memanggil, "Sang ESPer kita Wasumi Jiro-san". Lalu muncul seseorang pria berpostur agak gempal dari balik tirai. Asisten pembawa acara melanjutkan pengenalannya, "Dulu sekali Wasumi Jirou-san tampil diacara TV sebagai paranormal cilik saat berusia 7 tahun. Dengan debut panggung yang gemilang memiliki kemampuan membengkokkan sendok juga melihat setan maupun telekinesis"

Wasumi melanjutkan pengenalannya, "ESP adalah suatu hal yang nyata malam ini aku akan membuktikannya". Pembawa acara Harada Takayuki melanjutkan,"Baiklah acara malam inipun dimulai acara yang memberikan sensasi baru untuk pertarungan yaitu Taiketsu. Baiklah tema acara hari ini adalah paranormal melawan detektif SMA terkenal. Terkenal dengan kekuatan psikis, Wasumi Jirou akan menunjukan kekuatan supranaturalnya ataukah dengan kemampuan deduksi detektif terkenal Kudou Shinichi menguak trik kekuatan supranatural" Mendengar namanya disebut Shinichi tampil kedepan lalu berdiri disamping Wasumi.
"Tidak ada rahasia maupun trik dari kemampuan ESP saya karena ini bukan sulap,"kata Wasumi. Harada memotong penjelasan Wasumi,"Tapi maaf sekali Wasumi-san sebetulnya saya meragukan kekuatan supranatural, maaf sekali. Kudou kun bagaimana?"

"Kalau dibilang percaya atau tidak percaya. Ya... sama sekali tidak percaya," jawab Shinichi. Wasumi mengajukan tantangan pada Shinichi, "Aku akan membuatmu merubah pendapatmu itu, kamu pasti akan mengatakan padaku, 'Aku salah' lalu memohon maaf padaku"

"Nah baru saja paranormal Wasumi Jirou menyatakan tantangan ke detektif SMA terkenal," kata Harada. Sambil memerhatikan layar monitor Sutradara mengarahkan para kru nya, "Semua mengerti kan hingga aku bilang Cut, biarkan saja kameranya rolling, Oke?". oke jawab semua kru.
"Mouri-san," panggil sutradara, "Anda sudah menjelaskan pada Kudou-kun tentang acara ini kan?"

"Santai dan tenang saja," jawab Kogoro sambil kedua jarinya memberi isyarat tapi sutradara tidak mengerti,"Daripada itu Oga-chan jangan lupa soal yang ini". Sutradara malah mengirukan isyarat itu, "Yang ini apaan?" tanyanya.

Diatas meja dengan taplak warna hitam terjajar beberapa sendok,"Mari kita bengkokkan sendok ini," kata Wasumi memulai aksinya dia lalu mengambil sendok yang disodorkan Harada lalu mengetuk-ngetukkannya pada meja kemudian meletakkannya ditelapak tangannya yang terbuka lalu dengan ibu jarinya dia menggosok gagang sendok itu dan perlahan sendok itu membengkok, ternyata Ran juga ikut menonton. "Akan bengkok seperti ini mari kita jajarkan dengan sendok lain. Sangat berbeda. Kekuatan psikokinesis ku termasuk top class di level dunia," kata Wasumi

Shinichi berdiri dari tempat duduknya lalu dia mengambil sebuah sendok dan melakukan hal yang sama dengan Wasumi mengusap-ngusap gagang sendoknya dan membuat sendok itu bengkok dan bahkan mematahkannya. Semua penonton termasuk Ran berdecak kagum melihatnya.
"Siapapun bisa melakukannya cukup gunakan ujung jari. Asal latihan pasti bisa," kata Shinichi. Wasumi tidak terima,"Itu hanya sekedar kecepatan tangan saja. Aku menggunakan kekuatan supranatural untuk membengkokkan sendok ini. Kenapa tidak ada yang percaya?" kata Wasumi

Harada ikut berbicara,"Wasumi-san ketika kecil apa tidak diajarkan untuk tidak berbohong? Aku dulu diajarkan jadi orang itu tidak boleh menipu. Kau harus tahu malu". Wasumi terlihat tersinggung dengan perkataan Harada, "Apa kau sedang berusaha menghinaku?"

"Barusan itu tidak termasuk menghina, kan sudah jelas kalau kamu itu penipu". Wasumi berusaha meyakinkan, "Aku bukan penipu meski kalian tidak memilikinya aku sudah punya kekuatan ini sejak kecil"
"Aku mengerti," kata Harada, "Bila sudah berani berbicara seperti itu coba anda buktikan disini sekarang. Bagaimana penonton? Setuju kan? Ayo kita lakukan sekarang". Seorang kru membawakan sebuah kursi keatas panggung lalu Harada duduk dan menantang Wasumi,"Dengan kekuatan tidak jelasmu itu coba bunuh aku"

Semua penonton terlihat terkejut termasuk Shinichi, "Kau akan benar-benar menyesal", kata Wasumi

"Menyesal? Coba saja kalau begitu,"jawab Harada dengan santai,"Aku dan para penonton disini ingin melihat kekuatanmu itu. Dan juga para pemirsa yang nonton acara ini lewat tv". Shinichi menggelengkan kepalanya merasa aneh

"Selain menghinaku, kekuatan supranaturalku dibilang penipuan. Kau akan menyesal dialam baka, akan kubunuh sesuai keinginanmu. Yang lain harap menjauh," kata Wasumi. Shinichi dan asisten pembawa acara pun menjauh, lampu panggung dimatikan terlihat cahaya lampu sorot menyorot Harada dan Wasumi, Wasumi mengangkat kedua tangannya lalu berusaha mengeluarkan kekuatannya sementara Harada tersenyum mengejek.

"Oi..oi..sudahi sajalah. Acara macam apa ini," gumam Shinichi.

Tiba-tiba Harada memegang lehernya seperti tercekik lalu terlihat ujung syal yang dikenakan dilehernya mulai mengencang dan mencekik lehernya, terlihat bekas cekikan dileher Harada. Semua orang yang ada disana terkejut Harada melepas syalnya dan kejang-kejang dilantai beberapa kru menghampirinya. Ran menghampiri Shinichi dan menanyakan keadaannya
"Bodoh mana mungkin orang bisa mati karena hal itu" jawab Shinichi. Ran masih terlihat cemas.

"Harada-san, anda baik-baik saja?" tanya para kru. Harada mulai terlihat tenang tapi tiba-tiba tubuhnya kejang-kejang lalu dia memegang dadanya dan akhirnya tubuhnya berhenti kejang-kejang diapun tidak sadarkan diri. Shinichi bergegas menghampiri tubuh Harada lalu memeriksa denyut nadi dilehernya,"Terlambat, dia sudah mati terbunuh"
"Dia benar-benar mati," tanya seorang kru tidak percaya. Semua orang tercengang melihat kejadian ini, Ran segera menghubungi polisi sementara Wasumi terlihat puas dengan 'hasil kerjanya'.

"Sudah puas?" tanya Wasumi, "Yang membuatku melakukan hal ini, hanya karena kalian tidak percaya akan kekuattan supranatural ini adalah kesalahan kalian yang bodoh"

"Bodohnya," jawab Shinichi sambil menghampiri Wasumi, "Aku tidak percaya kekuatan supranatural"
Wasumi menatap tajam Shinichi,"Apa kamu juga mau menghinaku?" Shinichi menjawab,"Ini adalah kasus pembunuhan, ini adalah kejahatan yang tidak mungkin terjadi didepan kamera TV. Pati ada semacam trik yang digunakan, pasti akan kuungkap kebenaran kasus ini. Satu-satunya kebenaran"

Shinichi melihat mayat Harada, Wasumi menghampirinya,"Sebaiknya jangan sombong hingga mengatakan akan mengungkap kebenaran. Yang membunuhnya itu kekuatan supranaturalku tidak ada trik apapun dibalik kenyataan itu."

"Pasti ada triknya," jawab Shinichi,"Aku hanya perlu menemukan trik tersebut"

"Kau tidak mungkin menemukan sesuatu yang memang pada dasarnya tidak ada. Katakan saja pada semua orang disini 'Aku salah' dan menghadap ke kamera. Maka aku akan memaafkanmu," sahut Wasumi.
Shinichi mulai menganalisa sambil memperhatikan keadaan studio dia mulai berpikir, studio ini hanya ada satu pintu karena tidak ada yang keluar masuk bisa dibilang ini ruang tertutup. Pelakunya pasti seseorang yang ada didalam studio ini. Shinichi mengambil syal Harada yang tergeletak dilantai dia lalu mengamati yal itu dan lalu dia melihat mayat Harada.

Wasumi mengejek Shinichi, "Memeriksa bagaimanapun caranya percuma saja dia terbunuh dengan kekuatan supranaturalku"

Shinichi naik ke studio,"Wasumi-san aku memang berkata akan menguak trik dari kasus ini, tapi aku tida pernah bilang itu trikmu," kata Shinichi.

"Apa?"

Shinichi melanjutkan,"Yang mungkin jadi pelakunya bukan hanya anda. Orang yang paling pertama mendekati Harada-san adalah anda" kata Shinichi lalu dia menunjuk asisten sutradara Ota Awase, asisten acara Mizutani Asako, asisten sutradara Nakamura Monjin dan penata pakaian Hayashi Seiko.
"Kalian berlima yang ada di stage adalah tersangkanya," ungkap Shinichi.

"Oh,kupikir mau bicara apa. Tadinya kupikir kamu sedikit lebih cerdas," sahut Wasumi. Shinichi tidak mempedulikan kata-kata Wasumi dia melanjutkan dugaannya, "Sebagai asisten sutradara, Oota-san dan Nakamura-san, Harada-san sempat mengamuk pada kalian berdua tadi dibelakang stage."

Flashback, terlihat Harada memarahi kedua asisten sutradara itu karena salah membeli minuman dia lalu melempar kalen yang dipegangnya ke kepala Oota dan lalu dengan paksa dia meminumkan minuman kaleng itu kemulut Nakamura. Semua kejadian itu dilihat oleh Shinichi.

Nakamura berusaha membela diri,"Didunia ini banyak orang yang menyebalkan tapi bukan berarti aku akan membunuh karena itu." Oota setuju

Shinichi melanjutkan dugaannya, "Menjadi seorang asisten, Mizutani Asako-san tidak aneh semisal pelakunya adalah anda"

Flashback, Harada merangkul pundak Asako dan menggodanya. Asako terlihat ketakutan tapi tidak melawan dan lagi-lagi Shinichi melihatnya.

"Untuk mencapai papan atas, segala cara akan kulakukan. Tapi jika membunuh orang semuanya jadi percuma," kata Asako

"Berikutnya Hayashi Seiko-san, anda juga sepertinya memiliki motif ," lanjut Shinichi. Flashback, Ran menghampiri Harada yang sedang dirias sambil membawa kertas gambar dia meminta tanda tangan Harada untuk temannya. Tapi pulpen Ran ketinggalan, Harada memanggil Seiko jelek lalu dia menendang kursi didepannya dan mmarahi Seiko. Dan lagi-lagi Shinichi melihat kejadian itu.

"Kalau tidak suka kan tinggal berhenti saja, melakukan pembunuhan itu hal yang bodoh," jawab Seiko. Shinichi beralih ke Wasumi tapi tiba-tiba dia berhenti dan seperti menemukan sesuatu dia tersenyum puas, "Kutarik kata-kataku. Wasumi-san bukanlah yang terduga" katanya kepada Wasumi.
Wasumi terlihat senang,"Yah, aku tidak termasuk terduga karena akulah tersangkanya"

"Tidak," sanggah Shinichi, "Anda sama sekali tidak memiliki kualifikasi sebagai tersangka karena Harada-san meninggal bukanlah karena kekuatan supranatural anda"

Wasumi berdiri dari kursinya,"Apa kau bilang? Yang membunuh itu aku dengan kekuatan supranaturalku. Sebaiknya kau tarik ucapanmu barusan"

Shinichi menjawab dengan santai,"Pelakunya serta trik yang dipakai semua sudah terpecahkan. Kutegaskan berkali-kali bukanlah kekuatan supranatural"
Kembali keruangan kotak putih itu, Shinichi berkata dengan santainya,"Siapa yang mungkin percaya dengan kekuatan supranatural seperti itu". Ran menarik borgolnya dan membuat Shinichi tertarik kebelakang dengan marah Ran berkata, "Apaan sih, waktu itu aku yang lebih tidak percaya dengan Shinichi"

Tiba-tiba Kogoro berseru dengan keras karena berhasil membuat sendok itu bengkok, Shinichi bergegas menghampirinya dan membuat Ran tertarik kedepan. Ran marah dan memukulinya.

"Tari ucapanmu," kata Wasumi lalu dia mengancam Shinichi,"Kalau tidak bagaimana kalau aku bunuh pacarmu dengan kekuatan supranaturalku?"

Ran terlihat ketakutan tapi Shinichi malah mempersilakannnya,"Aku tadinya juga ingin mengusulkan sekali lagi anda melakukannya kembali"

"Aku akan membuatmu menyesali seumur hidup dengan kata-katamu tadi," ancam Wasumi. Ran menarik tangan Shinichi, Shinichi menenangkannya dan menyuruh Ran percaya padanya lalu dia menarik lengan Ran.
Wasumi kembali melakukan hal yang sama kepada Ran, Kogoro yang melihatnya dari layar monitor memaki Shinichi dan berusaha menghentikan acara ini tapi dihalangi oleh para kru. Kembali ke studio Wasumi masih berusaha mengeluarkan kekuatan supranaturalnya lalu seperti Harada tadi, Ran memegang lehernya dia seperti tercekik syal yang dia pakai lalu jatuh pingsan tubuhnya tergeletak dilantai. Kogoro segera menyerbu masuk Shinichi terkejut melihat Kogoro berada disini.
Kogoro emosi melihat apa yang terjadi pada putrinya dia berteriak pada Wasumi dan berusaha memukulnya tapi para kru menahannya. Kogoro lalu menarik Shinichi dan menyuruhnya melakukan CPR untuk menyelamatkan Ran tapi Shinichi berkata tidak perlu akhirnya Kogoro sendiri yang melakukan CPR tapi begitu dia akan melakukan CPR Ran sadar lalu memukul ayahnya sampai terjatuh

"Apa maksud semua ini?" tanya Wasumi

"Oh maaf baru saja dia berpura-pura mati. Tidak mungkin ada orang mati karena supranatural," jawab Shinichi

Wasumi masih tidak percaya,"Dari tadi kamu bicara atas dasar apa? Kamu kan melihat sendiri kalau aku membunuh Harada itu?"

Shinichi menjelaskan dugaannya,"Dasar dari deduksiku merupakan penyebab kematian Harada-san"

"Penyebab kematian?" tanyaWasumi. Shinichi melanjutkan,"Kalau misalnya Harada-san meninggal karena dicekik bekas luka dan darah harusnya terlihat. Tetapi dalam kasus Harada-san keduanya tidak terlihat serta yang membuat lebih pasti lagi keringat yang berlibahan lalu saat meninggal badan Harada-san terlihat kejang dan dia memegang jantungnya ini adalah akibat disuntikan racun. Racun terdapat berbagai jenis kalau memikirkan waktu kematian yang singkat pelakunya menggunakan semacam racun yang meningkatkan jantung berhenti misalnya Kalium Klorida. Selain itu racun disuntikan pada pembuluh darah yang dekat dengan jantung. Kematian Harada-san disebabkan oleh gagal jantung akut dan syok. Biasanya Kalium klorida digunakan untuk eksekusi hukuman mati di Amerika. Kemampuannya tidak usah dipertanyakan lagi."

"Harada dibunuh dengan racun?Aku tidak menggunakan racun aku bahkan tidak pernah sampai mendekati Harada," tanya Wasumi.
"Benar," jawab Shinichi, "Dan itulah mengapa tersangkanya adalah empat orang selain dari Wasumi-san"

"Cukup sampai disitu," kata Kogoro tiba-tiba,"Ketika Harada-san mulai kesakitan tidak ada orang yang menyentuhnya bahkan tidak ada siapa pun di sisinya. Dalam situasi seperti itu siapa dan bagaimana dapat membunuhnya dengan racun?

"Benar,memang begitu,"sahut Wasumi,"Sudah saya duga kekuatan supranaturalkulah yang menewaskan Harada-san"

Shinichi berjalan ke Wasumi,"Wasumi-san, tolong dengarkan saya baik-baik. Alasan kenapa Harada-san kesakitan di awal.. hanya akting"

"Hanya akting?" tanya Wasumi

"Benar" jawab Shinichi,"Tujuan dari acara ini adalah untuk Dokkiri (kejahilan di depan kamera) pada Washimi-san. Betul begitukan paman?Paman, kau sudah tahu semua tentang itu, bukan?

Kogoro terlihat gugup. "Apakah itu betul Ayah? Kau membuat Shinichi muncul karena kau tahu tentang itu?" tanya Ran pada ayahnya

"Nah ... Aku tidak tahu semua rincian ...Mereka hanya menyebutkan, bagaimana cara meletakkannya, sebuah Dokkiri dan...Maaf" jawab Kogoro

"Dari awal tidak ada yang percaya pada kemampuan psikis Wasumi-san Dan, dalam rangka untuk membuat Wasumi-san menjadi bahan tertawaan pada siaran langsung ...
"Tapi bagaimana dengan syal?Tidak terlihat seperti seseorang benar-benar mencekiknya dengan itu?" tanya Kogoro
"Benar,syal ini adalah bukti dari Dokkiri. Pada syal ini terdapat 'shape memori alloy'. Memori dapat mengingat bentuk mereka jika diberikan pada suhu tinggi. Bahkan jika daya ditambahkan ke mereka dan mereka yang cacat ...... Itu mungkin dengan menerapkan suhu konstan, bagi mereka untuk kembali ke bentuk aslinya," jelas Shinichi lalu dia mennghampiri Ran,"Ini juga digunakan untuk kabel dalam bra Ran. Dengan cara itu, bahkan jika mereka yang cacat selama mencuci. Sekali bra diletakkan kembali, suhu tubuhmu sendiri akan kembali ke bentuk-pas bentuknya. Bagus, bukan?"

Ran malu mendengar perkataan Shinichi,"Idiot! Bagaimana Shinichi tahu itu?"
Kogoro kaget mendengarnya,"Apa? Apa? Ran, kau memakai benda seperti itu?Ah! Jangan bilang hubungan kalian sudah sampai pada tahap itu," Ran menyikut perut ayahnya,Kogoro pun minta maaf

Shinichi melanjutkan,"Yah, bagaimanapun Harada-san mengambil keuntungan dari properti itu.
Sambil berpura-pura kesakitan dia memanaskan syal dengan tangannya, membuat berakhir berdiri.Itu membuatnya tampak seolah-olah Wasumi-san mencekiknya dengan kemampuan psikis."

"Lalu bagaimana dengan memar itu?" tanya Kogoro

"Ini juga, adalah bukti dari Dokkiri," jawab Shinichi sambil menghapus bekas memar dileher mayat Harada. Semua terkejut melihatnya,"Memar itu hilang" kata Kogoro

"Memar itu hanya make up,"jelas Shinichi. Kogoro berusaha membangunkan mayat Harada tapi Shinichi mengatakan kalau Harada memang benar-benar mati. Kogoro lalu menuduh tukang make up sebagai tersangkanya

"Paman tukang make up ini hanya menyiapkan bekas memar untuk Harada-san Lalu dia berpura-pura sekarat dan ketika waktunya tepat dia akan menyebut Wasumi-san bodoh," kata Shinichi. Kogoro akhirnya mengerti.

Asako menunjuk leher Ran,"Tapi, bagaimana memar ini berakhir di lehernya? Dalam kasusnya, tidak ada kesempatan baginya untuk memakai make up ini, kan?". Kogoro menuduh lagi tukang make up
"Seperti saya katakan masih ada beberapa make up yang menempel di syal Harada-san. Jadi saya memintanya untuk sengaja menggosokkannya ke lehernya,"jawab Shinichi. Flashback, sebelumnya Shinichi membisik pada Ran,"Percayalah padaku.Gosokkan syal itu ke lehermu dan pura-puralah kesakitan seperti Harada-san tadi."



"Dengan kata lain sementara Harada-san berpura-pura kesakitan sebagai bagian dari acara ini Dokkiri ada seseorang di antara 4 orang yang benar-benar meracuninya," tanya Kogoro


"Kamu salah,"gumam Wasumi.

"Penjahat yang membunuh Harada-san adalah..." kata Shinichi
"Kamu salah,"potong Wasumi,"Semuanya karena kemampuan supranaturalku. Coba lihat ini". Wasumi berusaha memakai kekuatan supranaturalnya, Shinichi menghela nafas mellihatnya. Lalu tiba-tiba saja salah satu besi penyangga akan menimpa Wasumi, beruntung Ran dengan sigap menendang besi itu.

"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Shinichi sambil membantu Wasumi bangun. "Karena saya tidak tenang, jadi sedikit tidak berkonsentrasi," jawab Wasumi

Nakamura lalu bertanya,"Lagipula bagaimana caranya kami meracuninya?"

Shinichi lalu meminta Wasumi mengeluarkan pulpen yang berada disakunya. Wasumi menurutinya, Shinichi berkata kalau pelakunya menggunakan ujung pulpen itu. Wasumi menjelaskan kalau ini adalah obat diabetesnya dia lalu menyuntikan obat itu diperutnya. Tapi Shinichi berkata lagi kalau yang dia maksud adalah saku yang satu lagi. Wasumi merogoh sakunya dan menemukan sebuah pulpen.
"Kalau mau menyerahkan diri ini adah kesempatan terakhirmu," kata Shinichi,"Begitu yah..apa boleh buat. Pelaku sebenarnya yang membunuh Harada-san. Itu adalah anda..."Shinichi menunjuk seperti kearah Wasumi, Wasumi terlihat puas tapi Shinichi melanjutkan,"Hayashi Seiko-san"

Semua terkejut mendengarnya,"Anda menyesuaikan dengan akting Harada-san kemudian anda menyuntikan racun" lanjut Shinichi. Seiko membela diri,"Yang ada disamping Harada-san bukan cuma aku saja kan? Atas dasar apa kamu berani berkata begitu?"

"Sebelum acara ini mulai, anda diteriaki oleh Harada-san. Saat itu padahal anda membawa pulpen tetapi bukannya langsung memberikan pulpen tersebut pada Ran anda malah lari keluar untuk meminjam pulpen orang. Kenapa begitu?" kata Shinichi.
"Aku lupa bawa pulpen," jawab Seiko. Shinichi melanjutkan,"Pulpen yang anda lupa itu sekarang tidak ada. Kenapa bisa? Hal itu karena setelah menyuntikan racun ke Harada-san, andda memasukkan pulpen itu ke saku Wasumi-san. Tadinya anda berniat melemparkan kesalahan pada Wasumi-san tetapi anda takut jika aku menydarinya sehingga berusaha menyingkirkan aku dan Wasumi-san.Dengan begitu apakah anda masih bisa mengelak? Yah, kalau diperiksa dengan teliti dipulen itu harusnya paling tidak ada sedikit DNA sebum (minyak yang melapisi kulit) milikmu. Meski anda berusaha menghilangkan sidik jari"

"Memang akulah pelakunya," aku Seiko
"Kenapa kau bunuh Harada-san?" tanya Kogoro. Dengan nada marah Seiko menjawab,"'Kenapa' kamu bilang? Asal tahu saja karena mempercayai omongan Harada-san bahwa dia akan mendebutkanku, 7 tahun aku lelah kerja untuk Harada-san. Kupergunakan hariku, waktuku, seluruhnya kugunakan untuk Harada. Lalu ketika seharusnya aku jadi asisten diacara ini.."

"Asisten?" tanya Asako.

"Betul, posisimu itu tadinya punyaku meskipun begitu Harada merubah pikirannya dan memberikan posisi tersebut padamu. Hal itu tak bisa kumaafkan karena itu aku membunuhnya"

Flashback, ketika Harada pura-pura pingsan Seiko menyuntikan racun dilehernya .

"Itu adalah imbalan yang setimpal untuk Harada acaranya pun jadi kacaupun rasanya puas. Kalau sudah tidak bisa debut aku sudah tidak peduli lagi," lanjut Seiko lalu dia merebut pulpen berisi racun dan berusaha menyuntikan pada lehernya sendiri tapi Kogoro berhasil mencegahnya. Dia lalu menasehatinya agar tidak menyerah dan lalu terus berbicara tapi tak seorang pun mendengarkannya.
Sutradara berteriak acara selesai, Seiko dibawa oleh polisi. Wasumi berteriak-teriak kalau dialah yang membunuh Harada dengan kekuatan supranaturalnya tapi tak seorangpun peduli.
Kembali di ruangan putih, mereka berhasil membuka pintu lain setelah memasukkan kata kunci "Dokkiri" pada panel dan memasuki ruang putih ketiga, hanya saja kali ini ada suara tembakan, sementara panel menunjukkan 9 Juli 2010, Kogoro sangat mengingat kasus itu.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...