10. Senyuman Dewa Pedang
Karya: Khu Lung / Disadur: Tjan ID
Perasaan
seseorang kadang mirip penutup mata, seringkali menutupi mata agar tak bisa
melihat hal-hal yang seharusnya dapat disaksikan dengan jelas.
Untung
sekarang ia telah melihatnya, yang tidak beruntung pun kini terlihat semua.
Jarak
antara untung dan tidak untung seringkali merupakan sebuah halaman kosong.
Saat
kosong adalah saat tertegun, saat terkesima.
Ketika
tertegun, itulah kesempatan emas bagi orang lain.
Mendadak
semua orang yang tadinya tak berkutik, telah dapat bergerak dengan bebas,
bahkan gerakan mereka cepat, juga ganas, telengas dan tepat sasaran.
Gerakan
macam ini mustahil bisa dilakukan oleh sekawanan manusia pribumi yang sejak
lahir hidup di kota kecil yang terpencil itu.