Jumat, 30 November 2012

Sinopsis Detective Conan Live Action - File 1

Title: 工藤新一への挑戦状
Title (romaji): Kudo Shinichi e no Chosenjo
Title (English): Challenge to Kudo Shinichi
Format: Renzoku
Episodes: 13
Cast :
Mizobata Junpei as Kudo Shinichi
Kutsuna Shiori as Mori Ran
Jinnai Takanori as Mori Kogoro
Otsuka Nene as Kisaki Eri
Tsuchiya Yuichi as Takagi Wataru
Ueno Natsuhi as Sato Miwako
Akimoto Sayaka as Suzuki Sonoko

The High School Detective Before Becoming Conan, Uncovering the Mystery of the Murder!
"Dimana ini?"

Shinichi terbangun didalam ruangan yang gelap ketika dia melihat tangannya terborgol dengan seseorang disampingnya ternyata itu adalah Ran yang juga tidak sadarkan diri. Shinichi membangunkan Ran lalu lampu menyorot seseorang dibelakang mereka ternyata ayah Ran, Kogoro Mori juga ada disana.
Tiba-tiba ruangan menjadi terang ternyata mereka sedang berada disebuah ruangan berbentuk kubus berwarna putih. Mereka sama sekali tidak ingat kenapa bisa berada disini, Ran mencoba menggunakan hp nya tapi tidak ada sinyal. Lalu Shinichi melihat kertas menempel pada salah satu dinding

Shinichi membacakan isinya, "yang tercinta Shinichi-sama, aku adalah penggemar anda. Aku mengetahui semua prestasi anda. Anda adalah detektif yang hebat. Ruangan putih ini adalah hadiah untuk anda. Silakan anda nikmati."

Ran bertanya pada Shinichi, "Apa itu?"

"Tidak tahu," jawab Shinichi sambil menghela napas,"Tetapi, yang pasti seseorang sedang menyekap kita"

"Siapa?" tanya Ran, "Untuk apa. apa yang akan terjadi pada kita?"

"Katakan sesuatu bocah detektif!" kata Kogoro. "Aku sedang berfikir.." jawab Shinichi dengan nada keras.
Perhatian mereka beralih ke sebuah panel yang tiba-tiba menyala, panel itu menunjukan tanggal 24 Juni 2010 dan password untuk kunci masuk. Shinichi mengingat kasus yang terjadi pada hari itu, "kalau tidak salah, tanggal ini adalah waktu dimana aku memecahkan kasus pembunuhan.."

"Mungkinkah kasus kameramen terkenal yang berpacaran dengan adik istrinya?", sambung Ran.

Shinichi mengiyakannya, "Kasus itu..."
Terlihat sepasang wanita dan laki-laki sedang bermesraan tapi tiba-tiba wanita itu berhenti dan menjauh dari laki-laki itu dan berkata,"Sudah kuduga tidak mungkin aku tidak mau mengkhianati kakakku lagi"

"Momoko.." panggil laki-laki itu.

"Tsuboshi-san, kau adalah suami kakakku sudah waktunya mengakhiri ini. Kau bisa ambil lagi kameramu." sahut Momoko sambil melangkah pergi.
Tsubochi menghampiri Momoko yang sedang merangkai bunga,"Mungkinkah kau punya laki-laki lain?" tanyanya.
"Kenapa? Tidak mungkin begitu" jawab Momoko
"Begitu ya" sahut Tsubochi sambil memasukkan masing-masing tangannya kedalam kantung kresek putih.

"Sudah kubilang tidak," jawab Momoko "Sudah kubilang hentikan.."

Tiba-tiba Tsubochi mencekik leher Momoko, Momoko berhasil melepaskan diri tapi Tsubochi berhasil menangkap dan kembali mencekik lehernya.
Momoko berusaha melawan tangannya meraih gorden dan menariknya membuat gorden itu terlepas. Tsubochi terus mencekik leher Momoko sampai akhirnya Momoko berhenti meronta. Untuk membuat seakan-akan terjadi perampokan Tsubochi membuat ruangan itu berantakan tiba-tiba teleponnya berbunyi. Tsubochi mengangkatnya,"hallo.."
"Ahh sensei.. Aku akan segera tiba di aparemen Aida san" jawab penelepon

"Eh, ada apa?"

"Apa anda lupa? Kita ada sesi pengambilan gambar dengannya jam 4 sore" jawab penelepon

Tsubochi menutup teleponnya dan segera membenahi barang-barangnya dia juga memasukkan kameranya lalu bergegas pergi tanpa dia sadari jari-jari Momoko bergerak.
Tsubochi menemui asistennya lalu bersama-sama mereka ke apartemen Momoko. Asisten Tsubochi memencet bel dan memanggil Aida san tapi tidak ada jawaban lalu dia memutar gagang pintu tapi ternyata pintu itu tidak terkunci. Tsubochi berpura-pura kaget dan mendekatinya tapi tiba-tiba asistennya berteriak dan hanya terlihat cahaya terang.
Ran sangat senang dengan hasil riasan kukunya sementara Shinichi terlihat sangat bosan karena harus menemani Ran dia hanya mengeluh,"Kenapa aku harus menunggumu merias kuku. Apalagi sangat lama?"

"Sekali-kali tidak apa-apa kan. Lagipula Sonoko sudah repot-repot memberika voucher gratis untukku.." jawab Ran sambil terus mengagumi kuku-kukunya

"Masalahnya kenapa harus aku yang menemanimu" sahut Shinichi sambil melanjak berdiri.

"Karena.." jawab Ran sambil mengambil barang-barang belanjaannya lalu melemparkannya pada Shinichi. "Aku tidak bisa menggunakan tanganku untuk belanja, setelah kuku ku dihias kan?"

Shinichi menangkap barang-barang yang dilempar Ran,"Jadi aku hanya jadi pembawa barang saja"
"Kalau kau ingin melihat kukumu dan kau sudah melihatnya, berarti sekarang sudah selesai kan," Shinichi menghampiri Ran yang sedang berkaca dan mengajaknya pulang.

"Ya ampun! Kau sama sekali tidak mengerti. Jika sedang bercermin segalanya harus terlihat seimbang" jawab Ran yang masih terus berkaca

"Kalau begini terus, aku tidak akan mau pergi denganmu lagi"

Shinichi melangkah pergi tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara teriakan, bersama dengan Ran yang menyusul dibelakangnya dia berlari menuju sumber teriakan itu dan menemukan Tsubochi dan asistennya tergeletak dengan kepala terluka.
"Kau baik-baik saja?" tanya Shinichi kepada Tsubochi yang sedang meringis kesakitan sambil menutupi wajahnya.
Ran juga menghampiri asisten Tsubochi dan menanyakan keadaannya. "Apa yang terjadi?" tanya Shinichi. "Ada Perampok" jawab Tsubochi sambil menunjuk ke pintu apartemen yang terbuka. "Yang lebih penting didalam ada Aida kun"
Shinichi segera masuk kedalam apartemen dan hanya menemukan ruangan yang berantakan lalu dia masuk keruangan lain dan menemukan mayat Momoko yang terbujur kaku dilantai. Tsubochi, Ran dan asistennya menyusul masuk Tsubochi menanyakan keadaan Momoko, Shinichi menjawab sudah tidak tertolong lagi. Tsubochi menubruk tubuh Momoko dan menangisinya.
Tim penyidik sedang menyelidiki dan memotret tempat kejadian pembunuhan, Sato Miwako menanyakan apa yang terjadi terlihat juga Takagi Wataru sedang memeriksa TKP. Terdengar suara Shinichi sedang menelepon "Untuk itulah aku perlu bantuan paman, karena pengalaman masalah cinta. Bagaimana caranya memeriksa kamar wanita yang tinggal sendirian untuk mengetahui apakah dia punya pacar atau tidak?"
"Apa?"tanya Kogoro Mouri yang sedang mematai-matai seorang wanita."Bocah detektif, memangnya kau sekarang sedang dimana?"
"Tidak penting aku dimana. Yang terpenting beritahu suatu ciri-ciri, adakah pria yang tinggal atau tidak" sahut Shinichi.
Kogoro mulai menjelaskan,"Biasanya kalau ada sikat gigi lebih serta dudukan toiletnya terbuka, itu sudah cukup mencurigakan. Lalu pasti ada sesuatu yang berkaitan dengan hobi sang pria bahkan seharusnya ada banyak benda seperti itu karena dia tertarik dengan hobi pacarnya. itu adalah caraku. Tapi menurutku kasus seperi ini sangat jarang dan akan menyedihkan jika benar terjadi kan?"
"Terima kasih" ucap Shinichi sambil menutup teleponnya.
Kogoro yang tidak sadar Shinichi sudah menutup teleponnya terus bicara,"Jika sudah berhubungan seperti itu, mereka punya rencana untuk berpacaran,kan? Laki-laki juga harus sangat berhati-hati karena semuanya akan menjadi serius kau tahulah pada akhirnya sang prialah yang akan menangis." diapun sadar kalau teleponnya sudah ditutup lalu melihat wanita yang diikutinya sudah menghilang.
Tsubochi menelepon istrinya untuk jangan datang kesana lalu terlihat petugas forensik menggotong mayat Momoko keluar, terlihat Shinichi mengamati Tsubochi. Detektif Takagi sedang menanyai Kishi Kousuke, asisten Tsubochi, "Saya mengerti Anda diserang oleh seseorang yang keluar dari dalam"
Kishi mengiyakan,"Saat dipukul yang kulihat hanya cahaya putih. Cahaya itu sangat terang"

"Kishi san, dengan senjata apa anda diserang?" tanya detektif Sato

"Aku tidak tahu. Tetapi sepertinya dengan pipa besi atau sesuatu" jawab Kishi

"Pipa besi atau sesuatu.."gumam Takagi

Shinichi menghampiri Kishi,"Pada saat anda diserang.." Kishi terlihat ragu menjawab pertanyaan Shinichi, "Aku lupa memperkenalakan diri. Aku Kudo Shinichi murid SMU Teitan"

"Dia adalah detektif SMU terkenal Kudo Shinichi. Kali ini dia membantu penyelidikan kami" tambah Sato.
Tsubochi terlihat menatap tajam kearah Shinichi, "Apakah seperti yang dibilang Kishi san? Aku Tsubochi, kakak ipar Aida kun"

"Kakak iparnya?" tanya Sato

"ya dia adalah adik istriku. mereka berdua sangat dekat" jawab Tsubochi
Ran melihat-lihat foto pernikahan Tsubochi,"Apakah ini foto pernikahan Tsubochi san bersama sang istri?" Tsubochi mengiyakan. Shinichi juga ikut melihat foto nya Ran memuji foto itu dan berkata kalau dia ingin foto pernikahan yang seperti itu Shinichi menganggukkan kepalanya. Sementara Sato malah berkata dia tidak tertarik dengan hal seperti itu, Takagi terlihat kaget.

"Yang lebih penting" kata Tsubochi "Apakah anda sudah menemukan pelakunya? Sejak dia memukul kami dan lari, belum lama kan?"

"Kami sedang melakukann pencarian intensif saat ini" jawab Takagi
"Pastikan anda menangkapnya" kata Tsubochi "Dia adalah laki-laki berbadan besar dengan luka dibagian dahinya. Rambutnya pendek dan berwarna hitam"

"Pendek, berwarna hitam dan dengan luka dibagian dahi. Rasanya aku pernah mendengarnya" kata Takagi berusaha mengingat

"Bukankah itu ciri-ciri Murozaki, tersangka kasus-kasus perampok?" sahut Sato
"Kalau yang itu, ada poster penjahat itu dilantai bawah" kata Shinichi. Sato menyuruh Tkagi mengambil poster dibawah tapi Shinichi berkata kalau dia sudah memotretnya. Mereka lalu melihat foto perampok itu di hp Shinichi. "Bagaimana?" tanya Sato kepada Tsubochi

"Aku tidak bisa yakin deengan kejadian secepat itu. Tetapi aku rasa memang mirip dia" jawab Tsubochi

"Aku akan segera membuat perintah penangkaan dia" kata Takagi sambil bergegas akan pergi tetapi Sato berkata, "Dia adalah kriminal dicari, perintah itu pasti sudah lama dibuat"
Shinichi menanyai Tsubochi, "Adik iparmu orangnya seperti apa?"

"Dia orangnya ceria dan mudah bersosialisasi punya banyak teman. Dia sudah lama tinggal diluar negeri," jawab Tsubochi sambil mengambil kameranya di kursi lalu terlihat beberapa majalah berserakan yang cover nya foto Momoko,"Setelah kembali ke Jepang, dia bekerja di majalah fashion. Dia juga membantuku dengan menjadi model. Dia adalah wanita yang sangat cantik dan sangat baik" sambung Tsubochi

"Apakah ada seseorang yang mempunyai dendam terhadapnya?" tanya Shinichi

"Tidak mungkin," jawab Tsubochi, "Ini adalah kasus perampokan kan? Kenapa kau bertanya hal seperti itu?"

"Sebenarnya aku berfikir pelakunya bukan perampok," Shinichi mulai menjelaskan dugaannya,"Seperti yang Tsubochi san bilang juga Aida Momoko san punya bekas cekikan pada lehernya dan dicekik dengan tangan. Tetapi kalian berdua diserang dengan pipa besi tau sesuatu yang dibawa oleh pelaku. Kalau begitu seharusnya Aida san juga diserang dengan pipa besi. Tetapi kenapa pelakunya malah membunuh dengan mencekiknya? Aneh kan, dia tidak menggunakan senjatanya?"

Tsubochi terlihat gelisah mendengar dugaan Shinichi. Beralih ketempat dimana mayat Momoko ditemukan.
"Bagaimana?" tanya Shinichi kepada detektif Takagi
"Tidak salah lagi, dia dicekik dan tewas karena kekurangan oksigen," jawab Takagi "Lebih dari itu barang-barang pribadinya berserakan dan ada bekas serbuk sari yang tertinggal"

" Serbuk sari?" kata Shinichi "Ah,dari bunga itu"

"Itu adalah bunga Casablanca," sahut Ran yang sudah dibelakang Shinichi

"Apa kau tahu apa artinya bunga itu?"

Ran menjawab artinya martabat, Shinichi berkata kalau bunga itu tidak ada kaitannya dengan kasus ini. Takagi menghampiri Shinichi, "Aku rasa ini memang kasus perampokan? Karena dia bilang ada luka di dahi pelaku, aku rasa hal ini sudah pasti. Ya, bukankah pelakunya Murozaki?"

Tapi Shinichi tidak setuju dan punya dugaan lain,"Tetapi Detektif Takagi lihat baik-baik. Ini adalah cara yang digunakan orang amatir. Untuk perampokan profesional menurutku ini agak .."

"Iya, tapi orang asing benar-benar keluar dari dalam dan lari keluar. Mereka berdua melihatnya," kata Takagi
"Benarkah?" Shinichi mulai berpikir, "Sebenarnya siapa orang asing ini yang menyerng Tsubochi san dan Kishi san?"
Tsubochi berdiri dan berkata,"Aku izin pulang dulu, aku khawatir dengan istriku yang sedang hamil"

Tapi Shinichi mencegatnya,"Tunggu sebentar"

"Ada apa lagi? Setelah aku menemui istriku, aku akan berbicara dengan polisi lagi. Apakah ada lasan aku tidak boleh melakukannya?" kata Tsubochi

"Ya, sebenarnya tidak terlalu penting tetapi ada sesuatu yang membuatku agak penasaran," Shinichi mulai menjelaskan,"Saat kalian berdua tiba disini pintu depan terbuka kan?"

Tsubochi mengiyakan

"Kenapa pintu itu tidak dikunci? Biasanya jika pencuri merampok disuatu tempat mereka akan mengunci pintu karena takut ketahuan" sambung Shinichi

"Kami bertemu dengannya pada saat dia ingin keluar kan?" jawab Tsubochi yang lalu ingin bergegas keluar tapi Shinichi menghalanginya, "Pada saat yang sama Tsubochi san dan Kishi san muncul?"

"Sayangnya kami berada diwaktu yang buruk," jawab Tsubochi

Sato menghampiri Shinichi,"Kudou kun, apa yang sejak tadi menggangu pikiranmu?"

"Sebenarnya aku terus-menerus memikirkan hal yang sama 'Apakah kasus ini benar-benar perampokan?' jawab Shinichi. Jawaban Shinichi membuat semua yang disana kaget. Shinichi melanjutkan dugaannya, "Perampokan seperti ini adalah pekerjaan seorang amatir. Aku terus berpikir kasus ini lebih seperti kasus perambunuhan yang coba ditutupi dengan kasus perampokan"
Tsubochi mendekati Shinichi,"Yang mana yang meragukan? Kami berdua diserang oleg pelaku kan?Orang itu yang merampok tempat ini. Tidak salah lagi? Orang yang sangat besar dengan luka di dahinya. Berambut hitam dan pendek"

"Itu benar, aku tahu itu" kata Shinichi. Tsubochi berkata lagi "Kau mungkin detektif hebat yang terkenal tetapi kau tetap masih anak SMU. Aku ingin penyelidikan polisi dengan semestinya. Detektif Takagi, Detektif Sato mohon bantuannya. Kalau begitu aku permisi dulu"

Setelah berkata seperti itu Tsubochi terburu-buru hendak pergi tapi lagi-lagi dicegah oleh Shinichi,"Satu hal lagi," ucap Shinichi.

"Apa lagi?" tanya Tsubochi. Shinichi membuka kulkas dan mengambil lampu strobo didalamnya.

"Apa ini?Benda ini sangat besar" tanya Shinichi. "Itu lampu strobo" jawab Tsubochi
Shinichi kembali bertanya,"Kenapa lampu strobo yang besar ini berada dirumah model?"

"Lampu itu milikku,"jawab Tsubochi "Dia bilang dia tidak hanya tertarik pemotretan saja tetapi juga bagaimana foto tersebut diambil jadi aku meminjamkan padanya"
Shinichi tersenyum,"ngomong-ngomong lampu strobo ini masih agak hangat. Aku penasaran apakah Aida san baru menggunakannya?"

Tsubochi terlihat gelisah,"Dia bilang dia ingin mempelajari cara kerja kamera. Jadi mungkin saja dia
menggunakannya. Sudah cukup kan? Kalau begitu aku permisi"

"Tidak ini aneh" ucap Shinichi. "Kali ini apa lagi?" tanya Tsubochi dengan kesal

"Ada sesuatu yang seharusnya ada tapi tidak ada di apartemen ini" jawab Shinichi. "Apa itu?"

"Kamera," jawab Shinichi, "Aida san tertarik dengan fotografi bahkan dia memiliki ruang gelap sendiri. Lampu strobo ini masih hangat meskipun demikian kamera yang penting tidak ada disini. Tidakkah kau pikir iini aneh?"

"Mungkin saja benda itu adalah asalah satu benda yang dicuri. Permisi.."jawab Tsubochi sembari melangkah menuju pintu.
Shinichi dan Ran menghampiri Tsubochi yang sedang mengikat sepatu didepan sebuah cermin besar, Ran berata cermin itu bagus dan dia ingin punya cermin sebesar itu diruumahnya. Shinichi menanyakan apa yang dia lakukan lalu tiba-tiba Ran menyadari kejanggalan pada cermin itu,"Aku rasa arahnya aneh, cermin ini hana memantulkan separuh badanku"

Mendengar perkataan Ran, Shinichi terlihat mengerti akan sesuatu diapun berterima kasih kepada Ran. Tsubochi terlihat khawatir. Takagi menanyakan apa yang sudah ditemukan Shinichi.

Shinichi kembali menjelaskan dugaannya,"Sebenarnya kenapa lampu strobo ini masih hangat sampai sekarang dan tadi Ran menemukan jawabannya"

"Kenapa,Kudou kun?" tanya Takagi.

"Cermin penuh badan yang ada didekat pintu hanya memantulkan setengah badanmu, Sudut cermin itu sudah dirubah," kata Shinichi.

"Aku masih belum mengerti," kata Takagi
"Trik ini bertujuan untuk menunjukan kepada mereka berdua kalau ada si pelaku meskipun kenyataannya tidak ada" Shinichi lalu memasangkan payung pada lampu strobo itu,"Pertama si pelaku mengatur lampu strobo ini ditempat dimana tidak terlihat dari pintu depan dan setelah itu dia mengatur cermin ini pada sudut tertentu. Sisanya hanya masalah timing" Shinichi menutup pintu nya."Pada saat Kishi san membuka pintu si pelaku menyalakan saklar ini"

Ran menyalakan saklarnya Shinichi melanjutkan,"Lalu apa yang terjadi, cahaya flash langsung mengenai mata Kishi san yang membutakan matanya sementara"

"Hah?Tunggu sebentar" kata Ran "Kalau begitu bukankah si pelaku memang berada diruangan ini? Kalau dia tidak disini dia tidak akan bisa menekan saklar ini bukan?"

"Tidak lampu strobo ini bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ini adalah teknologi yang hanya dimiliki kameramen profesional dan lampu ini milik Tsubochi san. Saat fungsi flash elektronik pada kameranya diaktifkan dan shutternya terbuka lampu strrobo ini menangkap sinyal infra merah dari kamera itu dan lalu mengeluarkan cahaya flash,"jawab Shinichi "Tsubochi san bisakah anda menekan tombol shutter pada kamera SLR yang ada dileher anda itu?"

Detektif Sato juga meminta kepada Tsubochi lalu Tsubochi menyalakan shutternya dan terlihat cahaya sangat terang yang menyilaukan.

"Pada saat seperti ini aku tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata detektif Sato
Shinichi kembali menjelaskan,"Dan pada saat yang bersamaan dengan cahaya itu si pelaku mengambil senjatanya dan memukulkan senjata itu ke kepala Kishi san. Karena ada perbedaan tinggi badan akan muncul angin sebagai efek dari benturan. Kishi san tidak akan tahu apa yang menyerangnya, ngomong-ngomong senjatanya mungkin tripod kameramen profesional membawanya kemana saja mereka pergi"

"Tunggu dulu kau mau bilang.."kata Tsubochi. Shinichi mengiyakan,"Pelaku yang membunuh Aida Momoko-san adalah anda Tsubochi san"

Semua yang disana melihat kearah Tsubochi, Tsubochi mencoba membela diri,"Beraninya kau berkata seerti itu. Aku dengar kau adalah detektif hebat"

"Apakah kau tidak mengakuinya?" tanya Shinichi

"Ya semua omong kosongmu, trik yang dengan bangga kau tunjukan hanya salah satu dari banyak kemungkinan yang bisa kau temukan. Tetapi untuk memperlakukan seseorang sebagai tersangka kau sangat memerlukan bukti,"sanggah Tsubochi

"Bukankah anda dan Aida san memiliki hubungan khusus? Adik istri anda itu bisa menjadi motiff yang sangat bagus" tanya Shinichi

"Jangan bercanda aku bilang tunjukan buktinya padaku. Lagipula aku tidak mungkin mengkhianati istriku,"jawab Tsubochi

"Anda sangat ingin keluar dari tempat ini bukankah itu karena anda ingin menyembunyikan suatu bukti,"kata Shinichi. Tsubochi berkata,"Jangan bercanda semua perkataanmu itu hanya spekulasi"

"Kalau begitu anda tidak akan keberatan jika kami memeriksa tas anda. Walaupun memiliki kamera yang digantung dileher kenapa anda repot-repot membawa tas itu?"tanya Shinichi
"Dasar bodoh,"jata Tsubochi sambil meletakkan yas yang digandongnya lalu memperlihatkan isi tasnya,"Kameramen profesional itu tidak membawa satu kamera saja tetapi juga membawa kamera lain sebagai cadangan. Seperti itulah"

Shinichi memeriksa isi tas Tsubochi,"Bukanlah ini kamera film?dan lagi ini juga kamera klasik anda menggunakan kamera digital kan kenapa anda membawa kamera film sebagai cadangan?"

"Memangnya salah?"

"Tsubochi san, sayang sekali tetapi sebaiknya anda tidak berbohong lagi", kata Shinichi "Ini hanya perkiraanku saja, kamera ini adalah kamera yang seharusnya ada didalam apartemen Aida san. Entah bagaimana setelah anda membunuh Aida san anda menyadari adanya kamera ini dan membawanya bersama anda. Bukankah kamera ini berisi gambar yang membuktikan kejahatan anda?"

"Bodoh sekali,"kata Tsubochi. Shinichi kembali berkata,"Kalau begitu anda tidak keberatan jika kami memeriksa kamera ini?"

"Bila tidak ada sesuatu yang berhubungan dengan kasus ini sama sekali apa yang akan kau lakukan?"tanya Tsubochi
Shinichi berkata dengan tenang,"Pada saat itu aku akan berhenti menjadi seorang detektif". Ran terlihat khawatir,"Shinichi apa tidak apa-apa?". Shinichi menjawab iya.

"Kalau begitu ambillah"kata Tsubochi.
Shinichi mengambil kamera itu dengan sapu tangan lalu menyerahkannya pada seorang petugas,"Sebenarnya gambar yang ada dikamera ini akan memberikan kita jawabannya kan?"

Tsubochi terlihat khawatir tapi dia berusaha menenangkan dirinya. Berpindah kekamar gelap terlihat Kishi sedang mencuci foto sementara yang lain menunggu.Semua foto itu hanya berisi foto Momoko yang sedang tersenyum, Tsubochi terlihat senang, "Bagaimana?Sekarang kau baru mengerti kan? Bukan aku yang membunuhnya perampok itu yang membunuhnya"

Tsubochi tertawa puas lalu datang detektif Sato,"Kudou kun hasilnya cocok serbuk sarinya sama kemungkinannya 99%"

"Serbuk sari?" Tsubochi terlihat bingung.
Shinichi mengambil kameranya dan mulai menjelaskan, "Kameranya, serbuk sari dari bunga Casablanca ditempat kejadian ditemukan dikamera ini. Bunga-bunga ini didapat Aida san dari toko bunga sekitar sini, pagi tadi. Hal tersebut ditemukan pada saat penyelidikan. Kenapa serbuk sari dari bunga-bunga ini berada dikamera itu jika pada hari ini anda belum pernah ke apartemen ini, benar kan? Tsubochi san segera setelah anda membunuh Aida san anda langsung membawa kameranya kan?"

"Bohong"sangkal Tsubochi.Shinichi melanjutkan,"Aku dengar serbuk sari ditemukan diseluruh ruangan dan benda-benda yang ada disini. Jika anda ingin mengambil kamera itu dari tempat ini pasti serbuk tersebut akan menempel pada kamera itu juga lalu walaupun anda tahu ada serbuk sari ditempat ini anda tetap bersikeras untuk membawa kamera ini kan? Sepertinya kamera ini melambangkan hubungan dekat antara anda dan Aida san."

"Kamera itu kamera milik Momoko",kata Tsubochi
"Sebenarnya aku tidak tertarik dengan gambar yang ada didalam kamera itu. Aku hanya butuh sedikit waktu untuk memeriksa serbuk sari yang ada pada kamera itu. Karena anda tidak bisa ditangkap tanpa bukti konkrit dan pada saat bersamaan itu juga menjelaskan trik yang anda gunakan,"sambung Shinichi
Tsubochi terlihat sudah menyerah dia mendekati dan memukul foto Momoko,"Kau salah, aku tidak melakukan hal yang buruk. Perempuan ini mempermainkanku itulah kenapa aku harus melakukan ini"

"Walaupun anda adalah kameramen profesional, foto ini lihat baik-baik foto terakhir yang Aida san ambil,"minta Shinichi. Tsubochi melihat foto-foto itu dan ternyata foto-foto itu memperlihatkan kata-kata terakhir Momoko yaitu AISHITERU artinya Aku cinta padamu.

Detektif Sato menjelaskan,"Kami baru saja menerima laporan dari petugas jenazah .Mereka bilang setelah dia dicekik dia masih hidup sebentar. Tsubochi san jika anda tidak menghabiskan waktu untuk menutupi perbuatan nda dan segera memanggil ambulans mungkin saja dia masih bisa diselamatkan"

"Aku yakin dia ingin melindungi kakaknya serta pria yang dia cintai. Aida san mencoba meredam perasaannya kepadamu dan memilih untuk putus denganmu. Sungguh wanita yang berani, wanita yang mencintaimu dari hati yang terdalam anda menguburnya dengan tangan anda sendiri"kata Shinichi
Tsubochi hanya bisa menangis menyesali perbuatannya. Ran merasa kasihan kepada Momoko.

Kembali ke ruang berbentuk kubus putih Shinichi memasukkan kata kunci Aishiteru dan pintu keluar pun terbuka tapi mereka kembali masuk keruang berbentuk kubus putih yang lain kembali muncul panel yang tertera tanggal 2 September 2010.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...