Kamis, 24 Januari 2013

Chronicle


Ide cerita tentang manusia berkekuatan super memang bukan sesuatu yang baru, sudah banyak film ataupun komik yang mengangkat tema seperti itu, tapi mencampurnya dengan style mockumentary / found footage tentu berbeda.
Memiiliki ayah pemabuk yang sering memukulinya sedangkan sang ibu hanya terbaring karena sakit, membuat Andrew menjadi remaja yang pemurung dan rendah diri satu-satunya temannya hanyalah Matt, sepupunya. Suatu hari Andrew memutuskan merekam aktivitas hidupya dengan kamera video yang baru dia beli dan membuat orang-orang yang melihatnya menganggap Andrew aneh termasuk Matt. Andrew selalu membawa kameranya bahkan ketika dia diajak ke pesta oleh Matt. Sampai akhirnya kamera itu menjadi satu-satunya saksi ketika Andrew bersama dengan Matt dan Steve menemukan sebuah lubang besar yang
berisi kumpulan kristal misterius yang akhirnya justru memberikan ketiganya kekuatan super. Mampu untuk melakukan hal-hal yang mungkin dianggap sebagian orang sebagai sebuah kejadian magis, Andrew, Matt dan Steve jelas merasa senang dan berkuasa dengan kekuatan yang mereka miliki. Dengan dukungan Steve dan Matt, Andrew mulai tumbuh kepercayaan dirinya bahkan dia mau tampil diatas panggung. Namun kehidupan keluarganya yang buruk membuat Andrew secara perlahan berubah menjadi sosok dengan kepribadian yang kelam, puncaknya ketika kematian Steve dan ibunya membuat Andrew meledak dan berubah menjadi sosok penghancur dan berbahaya. Satu-satunya yang bisa menghentikan Andrew hanyalah Matt.

Ceritanya bisa dibilang sederhana tentang tiga orang remaja yang tiba-tiba memiliki kekuatan super tapi film ini mampu mengembangkan para karakternya dengan kompleks dan menjawab semua impian hingga pertanyaan pada benak para penonton (terutama remaja) : apa yang akan anda lakukan ketika anda mendapatkan kekuatan super? Mengembangkannya? check. Menggoda orang - orang dengan kekuatan anda? check. Membuat diri anda menjadi populer di depan para wanita? check. Membunuh orang - orang yang paling anda benci? check. Merampok uang? check. Yup. Chronicle bisa dikatakan melenceng dari formula film superhero kebanyakan.
Film yang berbudget $12 million ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Josh Trank, sang sutradara. Mulai dari adegan ketika tiga orang remaja ini terbang hingga 20 menit akhirnya yang mencekam, semua disuguhkan dengan visual effects yang bagus dan cinematography yang epic. Pergerakan kamera dalam film ini ibarat menembus ‘batas’ dan memberi nafas segar dalam genre found footage yang biasanya menggunakan teknik handheld kamera. Dengan cerdasnya, Josh memanfaatkan ‘kekuatan’ Andrew untuk menggerakan kamera sepanjang film ini, sehingga tidak heran apabila cinematography dalam film Chronicle tampil begitu rapi, spektakuler, stylish dan magical, tanpa harus mengurangi efek found footage-nya. Dengan deretan pemeran yang kuat, cerita yang sederhana namun mampu tampil memikat serta didukung oleh tata produksi yang sangat mampu menjalankan tugasnya menjadi bagian terpenting dari penceritaan film ini, Chronicle berhasil muncul sebagai sebuah film yang sederhana namun mampu bekerja dengan baik berkat eksekusi para pembuatnya yang sangat memuaskan. 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...