Rabu, 10 April 2013

Sinopsis Xuan Yuan Sword Episode 16

Jingchou meminta pelukan perpisahan pada Yu'er. Yu'er tidak mau dan berkata itu memalukan dan lagipula besok mereka masih bisa bertemu. Jingchou meminta itu karena Yu'er pasti tidak akan datang untuk mengucapkan selamat tinggal besok karena Yu'er tidak suka sesuatu yang sentimentil dan selalu pergi tanpa kata. Yu'er berkata dia malah merasa senang karena bisa mengirim Da Huang (julukan Jingchou) pergi jauh. Jingchou tidak menanggapi ucapan Yu'er, dia berterimakasih pada Yu'er karena tanpa bantuannya dirinya tidak akan bisa sampai sejauh ini. Yu'er mengangkat kedua tangannya menghentikan ucapan terima kasih Jingchou. Tiba-tiba Yu'er memeluk Jingchou lalu pergi berlari sambil menahan air matanya.
Ketika waktunya pergi, Jingchou menunggu kedatangan Yu'er untuk mengucapkan selamat tinggal padanya, tapi yang ditunggu tidak muncul. Jingchou.merasa kecewa dan sedih. Tiba-tiba Jianchi menghilang, Jingchou dan Xiao Xue pergi mencarinya. Jianchi tiba-tiba muncul bersama Yu'er. Yu'er berkata dia akan pergi bersama mereka karena dia tidak yakin dengan kemampuan Jingchou.
Ning Ke melihat langit berwarna merah. Jiwa jahat Yuwen Tuo marah karena dia disatukan dengan 6 jiwanya yang lain. Ningke beralasan itu untuk mencegah jiwa-jiwa itu saling membunuh. Jiwa jahat berkata jika kau ingin aku hidup maka tolonglah aku untuk memusnahkan 6 jiwa lain. Ningke berkata mereka adalah kau dan kau adalah mereka. Jika kau membunuh mereka, kau juga akan mati. Tidak mungkin kalian bisa dipisahkan.
Jiwa jahat berganti menjadi jiwa kebahagiaan. Ningke bertanya apakah dia ingat siapa dirinya. Kebahagiaan berkata aku telah menghabiskan 28 tahun sebagai Yuwen Tuo dan 3 bulan sebagai Jianchi. Sekarang akhirnya aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku bahagia tanpa diragukan. Ningke meminta maaf karena keadaan menjadi seperti ini
Kebahagiaan berganti jadi kemarahan, dia memarahi Ningke karena menyatukannya dengan jiwa jahat. Lalu ganti lagi menjadi kesedihan, dia sedih karena belum bisa menyelamatkan ibu nya dari tangan Yang su. Muncul jiwa Cinta, dia memegang tangan Ningke dan berkata sudah 28 tahun, jika aku tidak memilikimu aku tidak akan selamat. Kau adalah orang yang paling penting dalam hatiku. Ningke tersipu dan berkata kau tidak pernah berkata seperti itu. Jiwa cinta berkata itu karena kata-kata ini tersembunyi dalam hati saya sepanjang waktu. Aku juga ingin memberitahumu kau benar-benar cantik.
Ningke berkata jangan bicara seperti itu lagi. Jiwa cinta berkata aku akan mengatakan hal ini setiap hari mulai dari sekarang. Ningke tersenyum, kalau saja dia sepertimu, betapa akan menyenangkan?
Jiwa jahat muncul, diam kalian semua. Aku tidak percaya aku tidak bisa mengendalikan 6 jiwa lainnya. Yang terburuk yang bisa terjadi semuanya akan hancur. Jiwa jahat menyerang tubuhnya untuk memusnahkan keenam jiwa yang lain. 
Ningke berteriak memanggil Shu Xiang yang lalu datang dan mengurung ketujuh jiwa itu dalam kristal. Dia memberi tahu tuannya kalau  mereka hanya punya waktu tujuh hari untuk mengembalikan kembali jiwa ini kedalam tubuh Yuwen Tuo. Ningke meminta secepatnya untuk menemukan Jianchi. Shu Xiang berkata untuk tidak terburu-buru karena kristal ini harus direndam dalam kolam darah sebelum dapat digunakan.dan harus menunggu sehari lagi. Ningke meminta Shu Xiang menyiapkan secepatnya. 

Pelayan datang dan memberi Ningke kalau Yang su datang dan ingin bertemu dengan Jenderal Yuwen Tuo. Shu Xiang berkata kalau Yang su tahu Yuwen Tuo berada ditempatt lain. Ningke kesal dan memaki Yang su, rubah tua.
Dua orang prajurit melapor pada Yang su kalau jendral Yuwen Tuo terakhir terlihat bersama Putri Ningke dan sudah tidak terlihat selama berbulan-bulan. Yang su memerintahkan prajurit untuk menemukan muridnya. Yang su pergi ke kediaman Yuwen Tuo, bawahan Yuwen Tuo memberi tahu kalau atasannya tidak bisa menemui siapapun. Pengawal Yang su marah, beraninya kau. Apakah tuan Yang juga tidak diizinkan untuk bertemu dengannya?
Tentu saja dia memiliki hak, Yuwen Tuo muncul sembari memberi hormat, Tuan telah datang dari jauh tapi aku tidak menyambut Anda. Mohon maafkan saya.

Didalam, Yuwen Tuo menanyakan maksud kedatangan Yang su kesini. Yang Su berkata hari ini kami datang karena imendengar satu rumor. Tapi tampaknya rumor itu tidak benar. Yuwen Tuo tidak mengerti. Yang Su berkata, beberapa orang mengatakan kau telah hilang dalam beberapa waktu dan tidak terlihat lagi di Daxing. Tapi dua jenderal, Yang Shuo dan Han Teng membenarkan bahwa kau tidak terlihat 2 bulan lalu. Kau mengerjakan pekerjaanmu, tetapi tidak ada pemantauan. Apa penjelasanmu?
Yuwen Tuo berdiri menjelaskan, saluran drainase adalah proyek terbesar dinasti Sui. Dari Daxing ke Jiangnan membentang 700 km ada 20 bendungan dan 300 pintu air dan berjalan melalui 8 provinsi dan 16 kota besar. Ada 7 provinsi dan 8 kota besar di sana yang telah terendam oleh banjir. Dalam dua bulan, aku harus memindahkan ratusan dan ribuan penduduk keluar. Jika aku tidak mengawasinya, haruskah aku membiarkan dua jenderal mengawasi?
 
Salah satu jendral menjawab, saya hanya khawatir anda bekerja terlalu keras, jadi saya melaporkan pada Tuan untuk lebih memperhatikan anda. Yuwen Tuo tersinggung, jadi kau berkata aku tidak punya kemampuan dan membuat kedua jenderal khawatir?

Kedua jendral itu menunduk takut, Jendral sangat cerdas, tolong mengerti kesulitan kami. Yang su menghampiri mereka, kalian berdua harus belajar lebih banyak dari Tuo'er. Kanal adalah hadiah besar untuk Kaisar. Jika tertunda, apa kita akan mampu menjaga kepala kita?

Yuwen Tuo berkata dengan halus, untuk hidup Guru, aku akan memberikan seluruh hidupku hingga mati. Yang Su dengan dua jendralnya pergi, Yuwen Tuo memandangi kepergian mereka dan memakinya rubah tua.
Jingchou, Yu'er dan Xiao Xue bertanya kepada semua penduduk di Lu Jiadu tentang sekte Qiong Chang tapi tidak ada satupun yang tahu. Padahal Lu Jiadu adalah pusat dimana semua orang dari Jianghu (dunia persilatan) berkumpul. Mereka sadar Jianchi sudah kabur lagi, terdengar Jianchi memesan makanan dengan jumlah banyak. Jingchou menghampiri pelayan dan memintanya membatalkan pesanan Jianchi. Dengan tempelan jengot panjang pada wajahnya, Jianchi mencabut pedangnya dan mengancam Jingchou. Jingchou membiarkan pelayan membuat pesanan Jianchi. Dia mengampiri Jianchi, darimana kau mendapatkan jenggot ini?

Jianchi memukul Jingchou dengan pedangnya, aku memiliki jenggot ini dari saat aku lahir. Aku yakin 100%. Jingchou bertanya itu milikmu? Jianchi berkata, aku kata, aku yakin 100%. Apa yang kau lakukan? Jingchou memegang jenggotnya, kau mencuri jenggot dan harus dikembalikan. Jianchi menarik rambut Jingchou dan terjadilah tarik menarrik jenggot dan rambut. Jianchi berkata, kau mencuri rambutku, kembalikan! Tapi ini rambutku, jawab Jingchou. Keduanya berteriak kesakita. Jingchou berkata, aku akan menghitung 1, 2, 3 dan kita berdua sama-sama melepaskannya. Satu, dua, tiga.. Tapi keduanya tidak melepaskan satu sama lain.

Pengawal Yang su merasa aneh dengan kehadiran Yuwen Tuo. Yang su berkata kalau yang mereka temui adalah Ningke yang menyamar menjadi Yuwen Tuo. Yang su mengirim jiwanya memata-matai tempat Yuwen Tuo. 

Shu Xiang mempersiapkan kristalnya, Ningke datang menanyakan kesiapannya. Shu Xiang menjawab sementara stabil, ketujuh roh akan bereaksi terhadap tubuh Jenderal Yuwen itu. Ketika saatnya tiba, kita dapat menggunakannya untuk menemukan Jendral Yuwen. Ningke berkata, Yang Su, rubah tua itu dia tiba-tiba muncul pasti dia mencurigai sesuatu. Dia tidak akan membiarkannya berlalu seperti itu.
Seseorang datang, Ningke menutupi kristalnya. Pelayan memberi tahu Ningke kalau kaisar ingin dia pergi ke istana. Yang su berbincang dengan kaisar, pelayan mengumumkan kedatangan Putri Ningke dan tahu ini semua permainan Yang su. Ningke duduk disamping kaisar, Yang Mulia. anda tidak melihat kehadiran saya dalam waktu yang lama dan makan dengan anda. Kaisar berkata, aku lupa dan hari ini jika bukan Tuan Yang mengingatkanku bagaimana aku bisa melihat putri tercantik di Dinasti Sui?
Ningke berkata, tuan Yang berpikir tentang saya? Yang Su berkata, Putri Ningke bersemangat dan manis. Semua orang di istana menyukainya. Ningke berkata, tuan Yang berbicara manis seperti itu mungkin akan membuat orang berpikir kau menyukaiku. Yang su  menjawab, saya tidak berani. Bagaimana saya bisa berani untuk memiliki pikiran seperti itu terhadap Putri?

Kaisar meminta Ningke berhenti menggoda Yang su. Dia bersulang dengan Yang su, Saya harus minum secangkir dengan Putri Ningke sebagai permintaan maaf. Ningke berkata dia hanya bercanda. Mengapa tuan Yang begitu serius?

Yang su berkata, pertama untuk kesalahan ucapan sebelumnya. Kedua, karena saya memiliki sesuatu yang melibatkan Putri Ningke. Kaisar berkata, melibatkan Putri Ningke? Apakah kau benar-benar jatuh cinta pada putri? Yang su berkata, saya tahu Putri Ningke dan Jenderal Yuwen tumbuh bersama dan sangat dekat seperti saudara. Saya mohon pada Putri Ningke untuk melepaskan Jenderal Yuwen.

Kaisar bertanya, apa yang terjadi dengan Yuwen Tuo? Bukankah dia mengawasi pembangunan saluran drainase? Tahun ini, aku ingin pergi keluar dan melakukan perjalanan ke Yangzhou dan bertamasya. Yang su berkata, saya tahu Yang Mulia telah membangun sistem drainase dengan serius. Jadi anda telah mengirim Yuwen Tuo untuk mengawasi. Namun hal ini sangat ketat, dan sebelumnya, Jenderal Yuwen telah melaporkan kepada saya setiap minggu,
tidak pernah melewatkan satu minggu. Tetapi selama bulan ini, dia menghilang.

Ningke angkat bicara, mungkin dia pergi berlibur, tuan Yang biasanya membuka kanal. Mengapa dia membuka mulutnya saat ini dan mengatakan hal-hal tidak bertanggungjawab? Kaisar tertawa mendengarnya. Yang su berkata, tidak peduli seberapa berani saya, saya tidak akan berani mengatakan hal-hal tidak bertanggungjawab. Pelayanmu pernah mendengar sebelumnya orang terakhir melihat Jenderal Yuwen
sebelum ia menghilang.
adalah Putri Ningke. Ketika saya memikirkannya dengan hati-hati, saya menyadari bahwa selain Putri Ningke siapa lagi yang tahu keberadaan Jenderal Yuwen?

Kaisar membenarkan, Jenderal Yuwen bersikap keras tapi dia bersikap lembut terhadap Putri Ningke. Yang su melanjutkan, saya tidak ingin mengatakan apa-apa, tapi ini mungkin bisa menunda pembangunan sistem drainase air. Kaisar berkata, sistem drainase air penting dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu berjalan salah. Putri, cepat cari tahu apa yang terjadi dengan Jendral Yuwen.

Ningke berkata, seperti yang diharapkan tidak ada yang luput dari mata tuan Yang. Ningke sudah lama tidak memainkan sebuah lagu untuk Yang Mulia. Mengapa saya tidak memainkan sebuah lagu dulu dan kemudian kita bisa bicara. Kaisar setuju dan menyuruh dibawakan sitar. Ningke membawakan sebuah lagu. Kaisar berkata, beberapa saat lalu aku mabuk dan kepalaku sakit tapi setelah mendengar musik Putri yang menakjubkan, kepalaku tidak sakit lagi.

Yang su menyahuti, permainan kecapi Putri memang menakjubkan. Dia mestinya bisa memberitahu kita di mana Jenderal Yuwen. Ningke menghentikan permainannya, dia meraih pundak Kaisar dan memijitnya. Ningke berkata, saya tahu bahwa selama bertahun-tahun, tuan Yang ingin Dinasti Sui berkembang. Jadi dia telah mencari Lima Artefak Suci. Tapi Ningke melihat bahwa tuan Yang dan Jenderal Yuwen tidak mendapat hasil apapun. Kau harus mengubah diri terlebih dahulu. 

Yang su berkata mencari artefak suci adalah tugasnya dan dia sudah punya rencana. Dia meminta agar Ningke tidak khawatir dan meminta Yuwen Tuo kembali menyelesaikan tugasnya memperbaiki drainase air. Ningke berkata, aku tidak punya bakat, tapi Jenderal Yuwen sudah memiliki tiga artefak. Yang su terkejut. 
Ningke berkata dengan nada sedih, Jenderal Yuwen memiliki sisa waktu sedikit lagi. Aku tidak berpikir kemajuannya bisa melambat kapan saja. Aku hanya ingin membantu Yang Mulia dan tuan Yang menyelesaikan masalah. Jika aku menyebabkan masalah, aku akan meminta Jenderal Yuwen untuk kembali. Seperti untuk mencari Lima Artefak Suci, kami akan berhenti di sini. Kau tidak tahu berapa banyak kesulitan yang harus aku lalui untuk menemukan Lima Artefak Suci.

Kaisar meminta Ningke tidak menangis dan mengeluarkan dekrit untuk menyerahkan urusan pencarian artefak kepada Ningke dan tidak boleh ada yang menghalanginya. Yang su mematuhi perintahnya. Ningke tersenyum dia berkata akan membantu Jendral Yuwen membawa kelima artefak ke Daxing. Yang su merasa tidak senang.
Ningke belum puas, dia meminta agar Kaisar memberikan penghargaan atas kesetiaan Yang su pada kerajaan. Yang su berkata itu tidak perlu karena sudah tugasnya. Kaisar tidak terima dan meminta Ningke mengusulkan penghargaan yang layak. Ningke berkata, 5000 tael emas dan untuk setiap putranya, mengirim mereka 1000 tael emas dan mempromosikan mereka.
Kaisar berkata bukankah tuan Yang tidak mempunyai putra. Ningke tersenyum puas dan menyindirnya,  aku hampir lupa. Tiga tahun lalu ketika terjadi pemberontakan di Luoyang, tuan Yang menyiksa semua putranya yang memberontak sampai mati demi menunjukkan kesetiaannya. Membunuh kerabat untuk penghargaan di dunia ini, hanya Yang Su yang akan melakukannya. Kesetiaan seperti ini sangat sulit untuk ditemukan. Untuk kelima anaknya, tambahkan 5000 tael masing-masing. Jadi totalnya 10.000 tael.
Kaisar meluluskan permintaan Ningke dan menghadiahkan Yang su 10.00 tael emas dan 100 gadis cantik. Yang su berterima kasih dan meminta undur diri. Dia memandang tajam Ningke dan berniat bergegas pergi. Ningke berkata tidak usah berterima kasih karena ini layak karena Yang su sudah bekerja keras. Yang su murka sekali sampai dia menggepalkan tangannya kuat-kuat. Dia teringat kejadian tragis ketika semua putranya memberontak dan dijatuhi hukuman mati. Dia meminta putra-putranya untuk meminta pengampunan.Tapi ketiga putranya tetap bersikeras dan berkata mereka akan menyusul saudara keempat dan kelima mereka yang lebih dulu dikorbankan. Mereka berkata 18 tahun lalu, ayah kami menderita penyakit parah namun tiba-tiba pulih sepenuhnya. Tapi sejak itu, sifatnya berubah total. Ayah kami awalnya seorang pejabat benar dan setia, tapi setelah penyakit itu, ia menjadi jahat dan tidak lurus. Ini 18 tahun, kami telah dewasa. Kami tidak tahan lagi! Hari ini, demi memegang kebajikan dan kebenaran, bahkan jika kami dikutuk selamanya, kami akan meninggalkan keluarga dalam nama kebenaran, dan membunuh Kaisar untuk mencapai Pencerahan. Kaisar Sui kejam dan tak berperasaan, dan menempatkan orang yang salah sampai mati!

Ketiganya pun dihukum mati dengan dibelitkan tali kelehernya sampai tewas. Kedua jendralnya menanyakan keadaan Yang su yang terguncang teringat akhir yang tragis dari kelima putranya. Mereka mengusulkan untuk mencari Yuwen Tuo, Yang su berkata apa mereka ingin kepalanya dipenggal karena dianggap tidak menghormati kaisar. Keduanya terdiam.

Shu Xiang bertanya kenapa mereka belum menghabisi si rubah tua Yang su. Ningke menjawab dari dulu dia ingin menghabisi rubah tua itu. Beralih ke Yang su, yang berkata kalau bukan karena ibu Yuwen Tuo masih ada dalam genggamannya. Sudah lama dia kehilangan kepalanya. Jendral menyalahkan Ningke dan mengusulkan untuk membunuhnya diam-diam. Shu Xiang takut Yang su akan melakukan tindakan lebih dulu. Ningke berkata jangan khawatir karena si rubah tua masih peduli dengan pedang Xuan Yuan milik Yuwen Tuo. Ningke berkata aku bukan tipe orang yang hanya duduk dan menunggu. Aku ragu dia akan berani bertindak gegabah.

Yang su memerintahkan untuk menemukan Yuwen Tuo. Ningke berkata apa yang paling aku khawatirkan adalah waktu yang tersisa tinggal tujuh hari lagi. Dapatkah kita menemukan Yuwen Tuo?
Jingchou bertanya pada Jianchi, dia memesan begitu banyak makanan apakah mampu dihabiskannya. Jianchi menjawab ini tidak terlalu banyak dan dia si orang tua sudah banyak menolong pria dan wanita menyelesaikan masalah. Jingchou berkata itu tidak mungkin, Yu'er menariknya dan berbisik sangat jarang Jianchi tidak berlarian dan meminta Jingchou membuatnya tidak melakukan apapun. 



Xiao Xue bertanya bagaimana Jianchi menolong orang menyelesaikan masalah. Jianchi menjawab keberuntungan yang tepat. Si tua ini telah dibukakan matanya oleh langit sehingga bisa mengubah nasib seseorang menjadi baik dan membantu orang menjadi kaya dan berkuasa. Yu'er bertanya apa ini nyata bahkan Jianchi sendiri tidak tahu siapa dia sebenarnya. Jianchi berkata ini adalah perasaan yang sebenarnya dan bertanya apa Yu'er juga ingin dibantu. Jingchou berkata tunggu sebentar. Jika apa yang kau katakan benar, aku akan mentraktirmu minum. Tapi, jika kau salah, maka kau harus dihukum dan minum tiga cangkir.
Yu'er berbisik pada Jingchou, dia sudah gila. Kau masih ingin membuatnya mabuk? Jingchou menjelaskan, bukankah kau bilang ingin seperi itu? Kita akan mabuk, dan kemudian membuatnya tertidur. Bukankah ini cara lain untuk menahannya stabil? Yu'er setuju dengan Jingchou. Tapi Xiao Xue yang polos tidak mengerti dan berkata kalau ini tidak adil. Jianchi membenarkan dan menyodorkan gelas berisi batang kayu... bersambung...
 

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...