Kamis, 24 November 2011

Karya-karya Terbaik Chinyung



1320135454233985713
Chinyung

Chinyung yang lahir di Zhejian China tahun 1924 bisa dianggap sebagai bapak cerita silat mandarin. Gaya penulisannya telah lama menjadi kiblat bagi penulis-penulis cerita silat lainnya. Sampai kemudian Khulung (Gulong) berhasil lepas dari bayangannya dan menciptakan sebuah gaya tersendiri bagi penulisan cerita silat.
Sebenarnya karya Chinyung hanya ada 12 novel panjang 1 novel pendek dan 2 cerita pendek. Namun diluaran ternyata beredar beberapa cersil (cerita silat) yang diatasnamakan sebagai karya Chinyung padahal bukan, seperti cersil yang berjudul Si Racun Barat, Anak Naga, seruling Kumala, Jurus Pedang Mayapada dan lain-lainnya yang ternyata bukan karya Chinyung.
Sembilan diantara tiga belas novel silat karya Chinyung yang saya urut dari awal tahun pembuatannya adalah:


1. Pedang dan Kitab Suci / Putri harum dan Kaisar (Shu Jian En Chou Lu)

13201346312081173371 

Ini adalah karya pertama Chinyung yang dibuat pada tahun 1955 dan berseting di zaman Dinasty Manchu. Novel ini menceritakan mengenai perjuangan kelompok Bunga Merah (Hong Hwa Hwe) dalam menggulingkan pemerintahan Dinasty Ching (Manchu) yang dibumbui dengan cinta segi empat antara Tan Keh Lok/Chen Cia Luo (ketua kelompok bunga merah), Kian Liong (Kaisar Ching), Cheng Tong (putri pertama kepala suku Hui/Uighur) dan Hiang-hiang (adik Cheng Tong).

Kisah berawal saat kelompok bunga merah mengetahui rahasia bahwa Kaisar Ching yang memerintah saat ini sebenarnya adalah keturunan bangsa Han bukan bangsa Manchu. Bahkan Kaisar kianlong sendiri ternyata adalah kakak kandung dari ketua mereka. Maka dari itu disusunlah lobi-lobi agar Kaisar mau berpihak pada bangsa Han dan menggulingkan bangsa Manchu.

Di sisi lain terdapat Suku Hui (Uighur) yang terus berjuang melawan bangsa Manchu dan mengambil kitab suci (Al Qur’an) mereka yang disita oleh Kerajaan Ching. Pertemuan antara Kelompok Bunga Merah dan orang-orang Hui menimbulkan cinta segitiga antara Tan Keh Lok kedua putri kepala suku Hui yaitu Cheng Tong (putri pertama sekaligus panglima perang suku Hui yang gagah perkasa) dan Hiang-Hiang (putri kedua yang terkenal akan kecantikan dan keharuman tubuhnya). Sampai kemudian Kaisar Kian Long yang terpesona dengan kecantikan Hiang-Hiang pun berusaha agar Hiang-Hiang mau menjadi permaisurinya.
Meskipun kisah ini berakhir tragis, dimana Kaisar Kian Long akhirnya mengkhianati Kelompok Bunga Merah dan Hiang-Hiang yang mengetahuinya akhirnya bunuh diri untuk menyelamatkan Tan Keh Lok. Namun Chinyung dalam novel ini sepertinya ingin menyampaikan bahwa apapun yang terjadi dengan urusan pribadi, persoalan bangsa dan perjuangan tak boleh surut. Meskipun akhirnya kita tahu bahwa baik bangsa Han maupun Uighur tidak pernah berhasil lepas dari Dinasty Ching sampai kemudian Monarki di China runtuh dan digantikan oleh Republik.

Kisah ini pernah dibuat serial dan ditayangkan di TPI (sekarang MNCTV) dan versi yang lain di tayangkan di ANTV.

2. Legenda Pendekar Rajawali / Pendekar Pemanah Rajawali (She Diao Ying Xiong Zhuan)
13201347681707294315 

Legenda Pendekar Rajawali adalah novel pertama dari trilogi Pendekar Rajawali yang melegenda itu, dan ini dibuat pada tahun 1957. Seperti novel yang sebelumnya, Legenda Pendekar Rajawali menyisipkan kisah mengenai perjuangan suatu bangsa dalam melawan penjajahan (dalam kisah ini Bangsa Han berjuang untuk melawan agresi Bangsa Mongol dan Bangsa Kim).

Tokoh dalam kisah ini adalah seorang pemuda polos dan jujur yang bernama Kwe Cheng. Sebenarnya Kwe Cheng adalah seorang pemuda yang kurang berbakat dalam kungfu, tetapi berkat kejujuran serta ketekunannya akhirnya membawa dia menjadi seorang Tayhiap (pendekar besar). Keberhasilan Kwe Cheng tidak lepas dari sosok Huang Rong seorang wanita jenius yang kelak akan menjadi istrinya.

Kisah ini juga menceritakan mengenai perebutan posisi jago terhebat di dunia persilatan. Pada saat itu (jaman akhir Dinasty Song) yaitu antara Wang Chong Yang (julukannya adalah Dewa Pusat, dia adalah ketua Aliran Quanzhen), Toan Cixing (julukannya adalah Raja Selatan karena dia memang adalah raja dari negeri Tayli), Ou Yang Feng (julukannya adalah Racun Barat, diaberdiam di gunung unta putih), Huang Yao Shi (julukannya Sesat Timur, dia adalah ayah dari Huang Rong dan tinggal di Pulau Persik) dan Ang Cit Kong / Hongji (Julukannya adalah Pengemis Utara, dia adalah ketua dari Partai Kaypang sekaligus guru dari Kwe Cheng dan Huang Rong).

Pada pertemuan pertama Dewa Pusat berhasil mengalahkan ke empat lawan-lawannya sehingga dia menjadi pendekar terhebat dan berhak mendapatkan Kitab Ilmu Sembilan Bulan. Namun tak beberapa lama kemudian Dewa Pusat meninggal, sehingga posisi terhebat dan kitab tersebut kembali di perebutkan oleh jago-jago yang lain. Dan pada pertemuan kedua (25 tahun setelah pertemuan pertama), Racun Barat berhasil mendapatkan Kitab Sembilan Bulan, tetapi karena ditipu oleh Huang Rong akhirnya dia malah menjadi gila.

Cerita ini pernah ditayangkan di Indosiar.

3. Kembalinya Pendekar Rajawali (Shen Diao Xia Lu)
13201348512091786852 

Kisah ini di buat pada tahun 1959 yang merupakan kelanjutan dari kisah Pendekar Rajawali. Cerita ini menceritakan tentang petualangan Yo Ko. Yoko adalah putra dari Yo Kang, adik angkat dari Kwe Cheng, akan tetapi karena sifatnya yang licik dan mengkhianati tanah airnya, Yo Kang kemudian tewas secara mengenaskan akibat keracunan.

Yo Ko dibesarkan oleh ibunya, akan tetapi setelah ibunya wafat kemudian dia dirawat oleh Kwe Cheng. Akan tetapi Huang Rong tidak menyukainya karena takut jika Yo Ko akan mewarisi sifat jahat ayahnya, sehingga akhirnya Kwe Cheng membawanya ke Aliran Quan Zhen untuk dididik. Akan tetapi di Aliran Quanzhen tersebut Yo Ko selalu dianiaya oleh senior-seniornya sehingga dia kabur dari sana.

Dalam pelarian tersebut, Yo Ko malah bertemu dengan Gadis naga Kecil (Siauw Liong Li) yang menolongnya serta kemudian mengajari dia kungfu. Dan seiring dengan waktu akhirnya timbullah cinta diantara guru dan murid tersebut.

Pada suatu waktu, akhirnya Yoko mengetahui dan menganggap bahwa Kwe Cheng dan Huang Rong lah yang telah menyebabkan kematian ayahnya. Karenanya dia kemudian bergabung dengan orang Mongol agar bisa membalas dendam kepada Kwe Cheng dan Huang Rong. Sampai kemudian dia menyadari bahwa ayahnya lah yang bersalah. Sehingga dia berbalik kembali membela Bangsa Han dan berhasil membunuh Hakim Roda Emas yang adalah pendekar terhebat dari Mongol sekaligus penasehat Kerajaan Mongol.

Kisah ini pernah di tayangkan di Indosiar dan berhasil melejitkan nama Andi Lau yang berperan sebagai Yo Ko. Kesuksesan serial Kembalinya Pendekar Rajawali membuat trend serial-serial kungfu di Indonesia pada tahun 90an.

4. Rase Terbang Dari Pegunungan Salju (Xue Shan Fei Hu)
1320134940459944961 

Novel ini ditulis pada tahun 1959. Berbeda dengan karya-karya sebelumnya, dalam novel ini Chinyung mencoba bereksperiment dengan menggunakan alur mundur. Dimana sang pemeran utama yaitu Ouw Hui (Si Rase Terbang) harus mencari tau rahasia dibalik kematian ayahnya, sehingga dia harus mendengarkan bermacam versi keterangan dari beberapa saksi. Membaca novel ini seperti mengingatkan kita pada karya-karya Agatha Cristhie yang misterius dan penuh kejutan.

Dalam novel ini, tidak seperti karya-karya cersil yang lain, Chinyung tidak menggambarkan sang pendekar sebagai pria yang tampan (meskipun dalam versi film tetap saja ditampilkan sebagai sosok pemuda yang tampan), akan tetapi sebagai seorang pemuda yang berwajah angker namun masih tetap berkarakter sebagai seorang pemuda yang jujur dan menjunjung keadilan.

Akan tetapi, meskipun karya ini dianggap sebagai salah satu cersil terbaik yang pernah ada,, dengan gaya penulisan yang berbeda dari sebelumnya, tidak tau mengapa, entah disengaja atau ada alasan-alasan tertentu, dalam akhir ceritanya Chinyung menggantungnya begitu saja bahkan pada saat-saat klimaks dimana sedang terjadi pertarungan yang seru antara hidup dan mati. Hal itulah yang cukup mengecewakan bagi para pembaca cerita ini.

Kisah tentang pendekar rase terbang ini serialnya pernah ditayangkan di TPI.

5. Pedang Langit & Golok Naga (Yi Tian Tu Long Ji) / Golok Pembunuh Naga (To Liong To)
1320135001914708752 

Meskipun tidak punya kaitan secara langsung dengan kisah Pendekar Rajawali dan Kembalinya Pendekar Rajawali, namun kisah Golok Pembunuh Naga ini dianggap sebagai bagian terakhir dari trilogi Pendekar Rajawali. Hal ini karena Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga sendiri merupakan warisan dari Kwe Cheng, dimana dalam kedua senjata tersebut terdapat kitab sembilan bulan (terdapat daaam pedang langit) dan kitab strategi perang Panglima Gak (terdapat dalam Golok Pembunuh Naga).

Dikisahkan bahwa menjelang kematiannya dalam mempertahankan Kota Siang Yang dari serbuan Bangsa Mongol, Kwe Cheng dan Huang Rong mewariskan Golok Pembunuh Naga pada Kwe Po Lo putranya dan Pedang Langit pada Kwe Siang putrinya. Akan tetapi Kwe Po Lo akhirnya ikut tewas dan Golok Pembunuh Naga berhasil direbut tentara Mongol, sedangkan Kwe Siang berhasil bertahan hidup dan mendirikan Goby pay (Er Mei).

Beberapa Generasi kemudian, dalam sebuah perebutan Golok Pembunuh Naga, Si Singa Bulu Emas Cia Sun berhasil mendapatkannya dan melarikan diri ke sebuah pulau dengan menyandera murid Butong Pay Thio Tjui San dan In So So putri dari Elang Alis Putih. Namun di pulau tersebut akhirnya Thio Tjui San dan In So So menikah, sampai kemudian melahirkan Thio Bu Kie.

Setelah kembali ke China daratan, perguruan-perguruan silat yang lain berbondong-bondong datang ke Butong, memaksa mereka untuk mengatakan dimana Cia Sun berada. Karena tak mau mengatakannya akhirnya Thio Tjui San memilih bunuh diri, kemudian disusul oleh In So So.

Setelah itu kehidupan Bu Kie jadi terlunta-lunta sampai akhirnya karena terjatuh dari jurang, dia tidak sengaja mendapatkan kitab sembilan matahari. Setelah itu dia pun berhasil mempelajari ilmu memindah langit dan bumi sehingga dia ditunjuk sebagai ketua Aliran Ming (Beng Kauw) yang dianggap sebagai aliran sesat oleh perguruan-perguruan silat lainnya. Dia juga mendapat warisan ilmu Thay Kek Sinkun (Tai Chi) dari kakek gurunya yang adalah pendiri dari Butong Pay.

Setelah itu, dengan mengesampingkan dendam kepada partai-partai yang telah membuat orang tuanya bunuh diri. Bu Kie berusaha merangkul partai-partai tersebut untuk mengusir bangsa Mongol.
Kisah Golok Pembunuh Naga ini ditulis pada tahun1961 dan serialnya pernah ditayangkan oleh Indosiar setelah berakhirnya serial Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali. Dalam Serial itu Thio Bu Kie diperankan oleh Tony Leung.

6. Pedang Hati Suci (Lian Cheng Que) / Si Kangkung Pendekar Lugu
13201350371657332500 

Pedang Hati Suci yang ditulis pada tahun 1963 adalah novel pendek karya Chinyung, dikatakan pendek karena hanya terdiri dari empat ratusan halaman (bandingkan dengan karya Chinyung lainnya yang mencapai ribuan halaman).

Novel ini mengisahkan tentang Tik Hun yang adalah seorang pemuda yang lugu dan polos. Akan tetapi karena dituduh telah membunuh gurunya sendiri dia dijebloskan ke dalam penjara dan harus kehilangan wanita yang dicintainya yang adalah adik seperguruan sekaligus putri dari gurunya (adik seperguruannya menikah dengan orang yang telah memfitnah dia).

Dalam penjara tersebut dia bertemu dengan seorang pendekar yang mengajarinya ilmu tenaga dalam dan rahasia tentang sebuah harta karun. Setelah berhasil melarikan diri dari penjara, Tik Hun menyamar sebagai seorang biksu. Namun sialnya, dalam penyamarannya tersebut, dia malah dituduh sebagai biksu cabul sehingga dia diburuh dan dikejar-kejar oleh para pendekar lainnya.

Dalam pelariannya, Tik Hun dan para pengejarnya akhirnya terjebak dalam sebuah lembah salju, sehingga terancam kelaparan. Dalam peristiwa inilah akhirnya diketahui masing-masing karakter dari masing-masing toko yang ada.

Meskipun hanya berupa novel pendek, namun dalam novel ini Chinyung berhasil mengembangkan karakter dari toko-tokonya sedemikian rupa, sehingga membuat pembaca jadi terharu akan nasib Tik Hun yang selalu sial. Sayangnya saya belum tau apa kisah ini pernah di filmkan atau belum.

7. Pendekar-Pendekar dari Negeri Tayli / Demi Gods and Semi Devil (Tian Long Ba Bu)
13201350901501448983 

Novel ini dibuat pada tahun 1963. Mengisahkan tentang petualangan tiga orang pendekar yaitu Toan Ki, Siau Hong dan Hi Tiok.
Toan Ki adalah seorang pangeran dari Negeri Tayli yang karena merasa bosan terus berada di Istana, akhirnya dia nekat kabur dari istana meskipun tidak mempunyai keahlian kungfu sama sekali. Dalam petualangannya saat kabur dalam istana, Toan Ki tak sengaja menemukan rahasia ilmu silat yang maha sakti. Dia pun bertemu dengan beberapa gadis-gadis cantik yang ternyata adalah anak dari ayahnya dari hasil hubungan gelap.

Dalam perjalanannya, Toan Ki juga bertemu dan mengangkat saudara dengan Siau Hong yang adalah ketua Kay pang dan salah satu dari dua pendekar muda terhebat saat itu dan Hi Tiok yang adalah murid Shaolin dan ternyata adalah anak dari hasil hubungan gelap ketua Shaolin.

Siau Hong yang ternyata adalah seorang bangsa Khitan akhirnya malah diusir dan diburu oleh orang-orang Kay Pang, kemudian dia kabur ke Khitan dan diangkat sebagai panglima di Khitan. Hi Tiok yang adalah seorang biksu malah akhirnya harus menjadi ketua dari perguruan yang seluruh anggotanya adalah wanita. Sedangkan Toan Ki harus dipusingkan dengan persoalan cinta masa lalu dari orang tuanya, sampai sebuah rahasia terungkap bahwa dia sebenarnya bukan anak dari orang yang selama ini dianggap sebagai ayahnya.

8. Pendekar Hina Kelana/Smiling Proud Wanderers (Xiao Au Jiang Hu/Siau Go Kangouw)
1320135153440949378

Pendekar Hina Kelana Versi Komik

Novel ini dibuat pada tahun 1967. Mengisahkan tentang intrik-intrik licik dalam perebutan kekuasaan di dunia persilatan, bagaimana batasan antara aliran sesat dan aliran lurus menjadi suatu yang absurd. Bahwa seorang yang mengaku sebagai pendekar dari aliran luruspun bisa melakukan tindakan-tindakan yang licik.

Saat itu perbedaan antara aliran lurus dan aliran hitam begitu tajam sehingga hubungan apapun yang terjadi diantaranya adalah suatu yang sangat diharamkan. Namun hal itu tidak berlaku bagi Lenghou Thiong, murid pertama dari Si Pedang jantan Gak Put Kun, ketua dari Perguruan Huashan. Sifat terbuka Lenghou Thiong membuat dia tidak membatasi hubungan dari aliran manapun, hal inilah yang akhirnya membuat kesalapahaman sehingga membuat dia harus terusir dari perguruannya.

Yang lebih menyakitkan lagi, ternyata yang mengkhianatinya adalah gurunya sendiri yang sangat dihormatinya. Demi mendapatkan kitab Pek Kiam Bo gurunya tega memfitnah dia sebagai pencuri. Bahkan sumoynya (adik seperguruan perempuan) yang juga anak dari gurunya telah mengalihkan cintanya kepada orang lain.

Dalam perjalanannya itu dia memperoleh inti ilmu pedang dari berbagai aliran dari sesepuh perguruan Huashan yang mengasingkan diri dan ilmu menghisap bintang dari mantan ketua aliran hitam. Yang celakanya semakin bertambah hebat ilmu silatnya semakin kuat pula tuduhan terhadap dirinya.

Kisah ini pernah ditayangkan di Indosiar dan Lenghou Thiong diperankan oleh Chow Yun fat, sedangkan versi yang ditayangkan di Trans TV diperankan oleh Richie Ren sedangkan versi filmnya (swordman) pernah diperankan oleh Jet Li.

9. Kaki tiga Menjangan / Pangeran Menjangan (Lu Ding Ji)
13201352411702726658 

Kaki Tiga Menjangan yang ditulis pada tahun 1969 adalah karya novel terakhir dari Chinyung. Berbeda dengan karya Chinyung sebelumnya dimana pemeran utamanya adalah para pendekar-pendekar yang tangguh dan sakti. Dalam kisah ini Chinyung menceritakan tentang Siau Po, seorang anak pelacur, mata keranjang dan tak bisa kungfu,.

Karena sebuah peristiwa, Siau po menjadi seorang kasim istana namun karena si tukang kebirinya saat itu sedang mabuk dan keliru saat melakukan pemotongan, maka selamatlah Siau Po dari proses pengkebirian.
Disaat menjadi kasim itulah Siau Po bisa bersahabat dengan Kaisar Kong Hi dan dengan kecerdasannya, Siau Po berhasil menolong kaisar dalam usahanya untuk menegakkan wibawanya. Meskipun Siau Po tidak bisa kungfu dan hanya bisa menguasai ilmu meringankan tubuh untuk melarikan diri, namun berkat kecerdikan, kehebatannya dalam merayu dan keberuntungannya, Siau Po bisa selamat dari malapetaka yang selalu mengincarnya, bahkan berhasil memperistri tujuh orang wanita cantik (dalam urusan wanita Siau Po bisa dibilang adalah pendekar paling sukses).

Dalam karya novel terakhirnya ini, sepertinya Chinyung ingin memberikan pesan pada para pembacanya, bahwa untuk menjadi seorang pendekar tidak harus dengan menguasai ilmu-ilmu yang sakti dan dengan jalan kekerasan namun kecerdikan pun bisa menjadikan seseorang sebagai seorang pendekar.

Kisah ini pernah diputar di Indosiar dimana Siau Po diperankan oleh Tony Leung sedangkan Kaisar kong Hi diperankan oleh Andi Lau.
***********************
Sumber www.kangzusi.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...