Senin, 19 Desember 2011

Han Xue Ma (Kuda Berkeringat Darah)


Han Xue Ma/Han Hiat Po Ma (Kuda Berkeringat Darah) suka disebut-sebut dalam cersil karangan Jin Yong, Liang Ie Shien maupun Khu Lung.. Apa benar kuda ini ada atau hanya legenda saja?






Lebih dari 2.000 tahun lalu, sudah diketahui ada sejenis kuda spesial. Kuda-kuda ini begitu besar dan unggul hingga menyebabkan perang. Para sejarawan menyebut perang itu: "Perang Pertama Yang Disebabkan Oleh Kuda".


Kuda Turki Akhal-Teke, di Cina dikenal sebagai kuda Ferghana atau "Kuda Surgawi" (Tian Ma). Kuda tunggangan Jenghis Khan yang legendaris diyakini adalah kuda ini, dan kuda Bucephalos dari Alexander yang terkenal juga merupakan kuda Akhal-Teke ini. Kuda ini dikenal dengan nama kuda Nisaean di Persia kuno dan beberapa abad kemudian - sebagai Parthia. Menjadi harta karun nasional Turkmenistan, gambar kuda ini tampil di tengah lambang nasional. Kuda ini adalah ras kuda tertua di dunia dan merupakan nenek moyang dari satu ras kuda di Inggris.

Meskipun jenis ini jarang terlihat selama delapan atau tujuh abad yang lalu di Cina, kemuliaan dan misterinya tetap ada. Kuda ini digambarkan dalam literatur Cina sebagai "mampu berpacu hingga 1.000 kilometer di siang hari dan 800 kilometer lagi di malam hari".


Kuda Berkeringat Darah



Kuda Ferghana berasal dari Lembah Ferghana di Asia Tengah. Kuda-kuda Ferghana pertama kali diimpor selama dinasti Han. Kuda-kuda ini juga disebut sebagai Han Xue Ma dalam bahasa Cina yang berarti "kuda berkeringat darah". Lukisan dan patung Cina menunjukkan mereka memiliki puncak yang kuat, kaki yang pendek dan tubuh yang kokoh.

Dikatakan bahwa Kaisar Wu (sekitar 141-87 SM) menjadi terobsesi dengan cerita-cerita dari barat yang menceritakan tentang seekor kuda yang lain daripada yang lain. Kuda tersebut digambarkan "berkeringat darah", diternak oleh suku barbar di Ferghana di Asia Tengah (sekarang Uzbekistan, Tajikistan dan Kirgistan). Tidak diketahui pasti apa penyebab keringatnya merah seperti darah, para ilmuwan berpendapat kemungkinan disebabkan oleh parasit tertentu yang hidup di bawah kulit kuda tersebut.

Kuda sangat penting dalam militer Cina. Permintaan terhadap kuda Ferghana menjadi begitu besar hingga penguasa Ferghana menutup perbatasan untuk membatasi perdagangan kuda. Langkah yang mengakibatkan perang yang akhirnya dimenangkan Cina.


Kuda Surgawi

Pada tahun 104 SM, Kaisar Wu mengirim pasukan ke Ferghana (2.000 mil sebelah barat ibukota Cina, Xian) untuk menangkap sebanyak mungkin kuda untuk dibiakkan di Cina. Pada awalnya misi itu gagal, tetapi karena banyak orang mengatakan kuda ini adalah "kuda surgawi", kaisar kemudian mengadakan ekspedisi kedua (sejarawan menamai peristiwa ini sebagai “Perang Kedua Yang Disebabkan Oleh Kuda”). Misi kedua ini berhasil dengan mengorbankan banyak jiwa manusia, kuda Ferghana atau "kuda surgawi" akhirnya dipersembahkan ke hadapan Kaisar Wu.

Menurut catatan, beberapa puluh kuda kualitas baik dan 3000 kualitas menengah dan kurang, diserahkan kepada tentara Cina. Ketika Jendral Li Kuang-li kembali ke Cina, dia hanya berhasil membawa 1000 dari 3000 kuda-kuda tersebut, selebihnya mati selama perjalanan panjang ke Cina. Kuda-kuda ini lebih besar, lebih cepat dan lebih kuat daripada kuda di Cina dan menjadi simbol kekuasaan dan prestise.



Dengan pelatihan yang cermat dari ahli, kuda-kuda ini segera berkembang menjadi ras unggul di Cina. Pada waktu itu di Cina, semakin banyak Anda memiliki kuda ini, semakin tinggi status Anda. Patung kuda terakota yang ditemukan di kuburan memiliki lubang hidung besar, telinga tegak, kaki yang kuat dan leher yang kokoh. Mungkin patung-patung ini adalah karya seni pertama yang menggambarkan kuda Ferghana di Cina.




Sumber: http://chinesehoroscop-e.com/astrology/ferghana-horses.php

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...