Sabtu, 17 Maret 2012

Lady General Hua Mulan



Cerita bermula ketika Bangsa Rouran melakukan ekspansi untuk menaklukkan Bangsa Wei, kaisar pun memerintahkan wajib militer bagi semua pria dewasa yang berasal dari keluarga militer. Merasa bertanggung jawab untuk negara, Hua Hu, seorang veteran yang sakit-sakitan memaksakan diri karena tak punya keturunan laki-laki. Hua Mulan tak tega melihat ayahnya ikut berperang, ia sadar ayahnya tak akan selamat di medan perang. Dengan kecerdasan dan kemampuan beladiri yang dimiliki, ia memutuskan untuk menggantikannya secara diam-diam. Setelah berhasil mengelabui ayahnya, Mulan menyamar sebagai laki-laki dan mendaftar jadi tentara.

Di barak ia berkenalan dengan Wentai, komandan pasukan yang banyak membantunya selama berada di sana. Melalui beberapa insiden yang tak disengaja, Wentai akhirnya tahu kalau ternyata Mulan adalah seorang wanita. Suatu ketika, saat Mulan sedang menjalani hukuman atas perbuatan yang tak dilakukannya, tentara Rouran menyerang barak. Melihat ada kesempatan, Wentai pun melepaskan Mulan dari penjara. Saat pasukan Wei semakin terdesak dan jenderal mereka terbunuh, Mulan muncul dan berhasil membalikkan keadaan dengan membunuh jenderal Rouran.

Sebagai apresiasi atas kehebatannya dan juga untuk mengisi posisi yang kosong, bersama Wentai, Mulan pun diangkat menjadi Jenderal. Kedekatan yang mereka alami bersama, akhirnya menumbuhkan benih-benih cinta diantara mereka. Saat melakukan pengintaian, Wentai disergap oleh pasukan Rouran, Mulan yang cemas akan keselamatannya memutuskan untuk menyusul dan meninggalkan persediaan yang dipercayakan padanya. Sesaat setelah ia pergi, pasukan yang ditinggalkannya disergap oleh musuh. Wentai sadar naluri kewanitaan Mulan harus segera dihilangkan karena akan berdampak buruk pada pasukannya. Ia pun berpura-pura mati dalam suatu penyergapan agar Mulan sadar dan tak lagi terbawa oleh perasaan emosionalnya.

Kisah mengharukan tersaji dipenghujung cerita. Setelah berhasil meyakinkan panglima atas strategi yang akan dijalankan, Mulan memimpin pasukannya menghadapi pasukan yang dipimpin langsung oleh Mendu, Danyu (pemimpin tertinggi) bangsa Rouran. Sesuai rencana saat pasukannya berhasil dipukul mundur, mereka akan berlari ke ngarai di sana akan menunggu pasukan utama yang dipimpin oleh panglima. Namun ketika mereka tiba di ngarai panglima tak juga muncul, keadaan diperparah dengan hilangnya persediaan bekal dan obat-obatan akibat badai gurun. Saat itulah Wentai muncul dihadapan Mulan, Mulan yang terluka parah seakan mendapat energi tambahan mengetahui Wentai masih hidup. Wentai lah yang merawat Mulan kemudian, ia bahkan rela memberikan darahnya untuk diminum.

Setelah beberapa hari menunggu bantuan yang tak kunjung datang, Mulan memutuskan untuk menyerang dengan pasukan yang tersisa. Saat itu kondisi Mulan semakin kritis, tak tega melihat itu Wentai membuka jati dirinya yang ternyata adalah seorang pangeran. Ia rela menyerahkan diri agar Mulan dan pasukannya bisa selamat. Setelah pulih, Mulan berniat menyelamatkan Wentai, dengan menyamar sebagai pembantu Mulan berhasil menyusup ke kamar Putri Rouran dan bernegosiasi dengannya. Mulan akhirnya berhasil membunuh Mendu dengan bantuan Putri Rouran.

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah ini. Perjuangan heroik Hua Mulan yang tak mengenal gender, saat dimana wanita diaanggap tabu untuk ikut berperang, ia mampu berdiri paling depan dalam memimpin ribuan pasukan. Juga keikhlasan Hua Mulan yang harus rela melepas Wentai menikah dengan Putri Rouran demi menyatukan kedua bangsa tersebut. ***

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...