Rabu, 20 Februari 2013

Sinopsis Xuan Yuan Sword Episode 6

Jingchou bersujud ketakutan meminta ampun, pintu gerbang terbuka mereka semua masuk tanpa peduli dengan Jingchou. Didalam mereka menemukan taman bunga berwarna putih, Hong Hong memetik satu tangkai lalu menciumnya lalu dalam sekejap dia menghilang. Jianchi mengajak mereka semua pergi, Yu'er menolak karena tidak mau meninggalkan Hong Hong. Zhang lie memungut bunga yang dipetik Hong Hong, dia mengalami ilusi lalu menghilang.

Sampai disebuah rumah mereka diserang wanita berbaju hitam, Jianchi maju sendiri melawan. Datanglah nenek Ma, dia meminta pada wanita itu untuk berhenti dan kembali pada jalan yang benar. Wanita itu pergi. Masuk kedalam rumah, nenek Ma menceritakan sejarah tentang wanita itu yang ternyata bernama Ruyan. Sebenarnya Ruyan adalah seorang gadis yang baik. Namun, karena dia memiliki bekas luka besar diwajahnya, banyak orang yang sering menghinanya buruk rupa. Dan membuat Ruyan menjadi gadis yang rendah diri.
Sampai suatu hari, ketika Ruyan sedang bekerja sebagai pelayan direstoran milik nenek Ma tanpa sengaja dia menabrak seorang tamu yang sudah mabuk dan menjatuhkan makanannya. Tamu itu marah dan bersama teman-temannya menghina Ruyan, datanglah seorang pria bernama Lu Chengzhi menghentikan mereka, dan kemudian meminta mereka untuk meminta maaf. Melihat lencana yang dipakai Chengzhi mereka segera minta maaf dan bergegas pergi. Chengzhi menghibur Ruyan dan mengatakan kalau kecantikan luar tidaklah penting dibandingkan dengan kecantikan dalam,, istilahnya inner beauty lah..

Semenjak itu Ruyan mulai menaruh perasaan pada Chengzhi, tetapi dia merasa takut untuk mengungkapkannya. Lu Chengzhi datang setahun sekali ke danau bulan untuk melihat bunga-bunga bermekaran. Setiap tahun Ruyan selalu menantikan kedatangan pujaan hatinya. Suatu hari Chengzhu minum terlalu banyak sampai membuatnya mabuk dan ketiduran diatas meja, lalu Ruyan menyelimutinya tapi Chengzhi sudah terbangun.

Chengzhi memberi semangat pada Ruyan agar jangan selalu menundukkan kepala dan harus lebih percaya diri karena dia yang terbaik. Ruyan mengulangi kata-kata yang diajarkan Chengzhi dan itu membuatnya lebih bersemangat. Semenjak itu Ruyan menjadi lebih percaya diri dan mampu mengangkat kepalanya tanpa lagi merasa rendah diri. Nenek Ma menyarankan Ruyan untuk mengungkapkan perasaannya pada Chengzhi ketika dia datang nanti, walaupun ada resiko dia ditolak.
Di tahun berikutnya, Chengzhi kembali. Dia melihat Ruyan di padang penuh bunga-bunga bermekaran lalu mereka berdua pergi ke kuil untuk berdoa. Chengzhi berdoa agar dia bisa berbuat baik dan berguna bagi orang banyak, Ruyan yang mendengarnya menjadi semakin kagum. Chengzhi memberi Ruyan lukisan seorang wanita cantik yang ternyata lukisan Ruyan sendiri. Ketika Chengzhi hendak pergi, Ruyan mengakui perasaannya.
Namun Chengzhi menolaknya karena sekarang dia sedang tidak ingin memikirkan urusan asmara dan ingin fokus untuk membaktikan diri pada rakyat. Dia juga mengatakan kalau lukisan yang dihadiahkannya untuk ucapan perpisahan karena Chengzhi tidak akan datang kesana lagi. Hati Ruyan benar-benar hancur mendengarnya dia berjalan pulang dan menjatuhkan lukisannya. 
Ruyan berjalan melewati padang rumput tanpa sengaja tangannya berdarah dan akhirnya pingsan. Jiwanya berpindah ke dimensi lain dia bertemu jiwanya yang lain, yaitu sisi jahatnya, jiwa jahatnya berbicara padanya tentang bagaimana Ruyan dikhianati oleh semua orang dan mempengaruhinya untuk menjadi jahat.
Ruyan melawan jiwanya yang jahat, tapi akhirnya dia menyerah dan lahirlah Ruyan yang baru, Ruyan yang jahat, dia kemudian mencoba untuk menculik Chengzhi dan membalas dendam pada Nenek Ma, karena jiwanya yang jahat mencoba meyakinkan bahwa nenek Ma hanya mempermainkannya dan hanya mencoba membuatnya dipermalukan.

Sekarang Ruyan memiliki kekuatan mengubah mimpi menjadi kenyataan dan mengubah kota bulan menjadi mimpi buruk. Harapan satu-satunya adalah batu Nuwa milik keturunan dewi Nuwa yang tertidur dan hanya kaisar bumi yang bisa membangunkannya.. bersambung....

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...