Kamis, 28 Februari 2013

Sinopsis Xuan Yuan Sword Episode 8

Jingchou dan Yu'er palsu berpelukan dan perlahan wajah mereka saling mendekat, tiba-tiba Yu'er yang asli datang, lantas keduanya bertarung. Keduanya menggunakan jurus yang serupa, Jingchou berusaha melerai sampai menahan serangan pedang Yu'er sehingga membuatnya terluka.
Kedua Yu'er lantas ambruk lalu sama-sama menyuruh Jingchou membunuh salah satu dari mereka. Jingchou tentu saja menolak dan mengatakan bahwa dia tidak ingin melihat mereka saling membunuh.
Dilain tempat Jianchi bertarung dengan Ruyan dengan menggunakan pedang pemberian nenek Ma, dia bisa menghalau Ruyan. Jianchi masuk kemimpi Yu'er melihat Yu'er ada dua, Jianchi menyerang salah satunya dengan pedang dan tepat menusuk ke dada Yu'er.
Jingchou menghampiri Yu'er palsu yang sekarat dan memeluknya. Jianchi mengatakan bahwa ini hanyalah ilusi, tapi Jingchou tidak setuju dan berkata bahwa keinginan terdalam Yu'er hanyalah ingin dicintai dan perasaan Yu'er begitu indah dan jujur. Yu'er asli berkata kalau itu semua omong kosong. Jingchou menentangnya dan berkata, "Kau katakan itu omong kosong, kau bahkan tidak bisa mengakui apa yang kau rasakan. Bagaimana adalah kau bisa menjadi dirimu sendiri". Yu'er menjadi terdiam dan Yu'er palsu meninggal kemudian tubuhnya memudar.
Bertiga mereka kembali kedunia nyata dan langsung diserang oleh Ruyan, takut dengan pedang Jianchi dia melarikan diri. Melalui telepon (yafeng) mereka membuat rencana, Jingchou menjadi umpan untuk memancing Ruyan keluar dan Yu'er datang untuk membantunya, tapi keduanya dicekik oleh Ruyan. Dan Jianchi datang dengan pisaunya dan mereka masuk kedalam mimpi Ruyan.
Didalam mimpinya, Ruyan menjadi Ratu dan Lu Chengzhi menjadi Kaisar, tapi Ruyan tidak bahagia karena Chengzhi menghabiskan hampir semua waktunya untuk negara dan rakyatnya, sehingga kurang memperhatikan Ruyan. Bertiga mereka memberitahu Ruyan untuk bangun dari mimpi dengan membunuh Chengzhi dan dirinya. Awalnya Ruyan bersedia tapi ketika dia menemui suaminya, niatnya urung. Jianchi dan kedua kawannya berusaha menyadarkan Chengzhi kalau ini hanyalah mimpi semata.
Dengan menawan Ruyan, mereka memaksa untuk berbicara dengan Kaisar. Akhirnya Ruyan mengakui kalau selama ini mereka hidup dalam dunia mimpi, dan ketika Ruyan hendak setuju untuk bangun, jiwa jahatnya bangkit. Sambil menawan Chengzhi, Ruyan berjalan keluar dan langsung diserang prajurit. Ditengah perkelahian Ruyan hendak ditusuk oleh pedang tapi Chengzhi menjadikan dirinya tameng untuk menyelamatkan Ruyan sehingga dirinya terluka.Ruyan akhirnya sadar dan memutuskan untuk mengakhiri mimpi buruk ini dengan menusukkan pedang yang diangsurkan Jianchi ketubuhnya.
Kembali kedunia nyata, Jingchou begitu gembira sampai ingin memeluk Yu'er, dan sudah pasti dia ditolak lalu dia berbalik dan ingin memeluk Jianchi dan kembali ditolak. Akhirnya dia memeluk Nenek Ma.
Kembali ke usaha membangunkan keturunan Nuwa, Xiao Xue tapi tidak ada yang bisa membangunkannya termasuk Jingchou. Jianchi dan Jingchou pun memasuki mimpi Xiao Xue, mereka kemudian masuk ke masa lain ketika Dewi Nuwa memperbaiki bekas luka di langit. Jianchi dan Jingchou menawarkan diri untuk membantunya. Nuwa mengatakan bahwa itu sangat berbahaya tapi keduanya tetap gigih membantu.
Nuwa pun yakin, kedua pemuda itu adalah orang yang tepat untuk membangunkan putrinya, jadi dia mengajarkan mereka semacam mantra untuk membangunan Xiao Xue.
Mereka kembali kedunia nyata dan tiba tepat waktu, lalu dengan bersamaan Jianchi dan Jingchou berbisik ketelinga Xiao Xue. Dan perlahan Xiao Xue membuka matanya...bersambung.....

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...