Jumat, 22 Maret 2013

Sinopsis Xuan Yuan Sword Episode 12

Jianchi melihat Xiao Xue tidak sadarkan diri, dia menyalurkan energinya pada Xiao Xue dan akibatnya menambah parah luka dalamnya. Dengan membopong Xiao Xue, Jianchi mencari jalan ditengah hujan salju tapi mereka hanya semakin masuk kedalam gua. Suhu semakin dingin, Jianchi menyelimuti Xiao Xue dengan pakaiannya. Sampai akhirnya tubuhnya tidak kuat dan Jianchi pun ambruk tidak sadarkan diri.
Xiao Xue akhirnya tersadar dan melihat Jianchi  sudah setengah membeku dan tidak sadarkan diri. Dengan kekuatanya Xiao Xue menghangatkan tubuh Jianchi dan perlahan Jianchi pun tersadar. Dia lalu meminta maaf karena melepas pakaiannya untuk menghangatkan tubuh Xiao Xue. Sebaliknya Xiao Xue berterima kasih kepada Jianchi karena menolongnya.

Sementara itu, Jingchou dikurung dalam penjara. Lalu Hong Hong datang dan menanyai Jingchou tentang keberadaan Xiao Xue akhirnya dengan sihir Taba dia membuat perut Jingchou membesar, Jingchou berteriak kesakitan. 
Yu'er menegur Hong Hong karena bersikap kejam kepada Jingchou. Yu'er berkata kalau Jingchou adalah teman mereka dan juga pernah menolongnya. Hong Hong mengatakan kalau mereka tidak punya waktu lagi karena kutukan itu akan muncul lagi besok.Yu'er meminta Hong Hong untuk berhenti memaksanya, karena Da'Huang (julukan Yu'er kepada Jingchou) telah membantunya sebelumnya.  
Hong Hong bertanya apakah dia ingat apa alasan keberangkatan mereka dari Taba. Yu'er berkata kalau dia tidak sekuat apa yang dipikirkannya, mengorbankan orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri - dia tidak bisa melakukannya. .Jingchou masih kesakitan dengan perut yang besar. 
Yu'er memainkan sulingnya, Jingchou tidak kesakitan lagi. Jingchou tahu Yu'er tidak ingin membunuhnya tapi juga tidak ingin mengkhianati klan nya, Jingchou memintanya untuk membiarkannya pergi dan biar nanti mereka memutuskan nasib mereka sendiri. Yu'er setuju. 
Jianchi melihat orang-orang yang dibunuh Yuwen Tuo. Jianchi menghentikannya agar tidak membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Yuwen Tuo berkata bukan dia yang membunuh mereka melainkan Jianchi sendiri.  
Kemudian Jianchi melihat kedua angannya berlumuran darah, diapun terbangun dari mimpi. Jianchi bercerita kepada Xiao Xue tentang mimpinya dan bahwa dia telah membunuh banyak orang. Mimpinya terasa nyata , Xiao Xue berpikir Jingchou adalah orang baik dan tidak akan membunuh orang dan juga mimpi dan kenyataan itu berbeda. Jianchi berterima kasih karena Xiao Xue sudah membantunya. Xiao Xue berpikir mereka tidak boleh terlalu sopan satu sama lain. Xiao Xue bertanya alasan Jianchi mau berkorban untuknya
Xiao Xue berpikir alasan Jianchi menyelamatkannya karena cinta, karena ketika kita mencintai seseorang maka dia bersedia berkorban untuk mereka. Jianchi berkata bukan itu alasannya lalu membuat perbandingan, "Jika tanah basah, apakah itu berarti hujan?" Xiao Xue menjawab bukan, itu bisa saja karena seseorang menyiramkan air.  
Alasannya juga bisa lain seperti kekerabatan, persahabatan, dan banyak jenis cinta lainnya jadi belum tentu karena cinta antara seorang pria dan wanita. Salju berhenti turun dan mereka berdua pergi mencari jalan keluar. Keduanya bingung harus kemana, Xiao Xue berkata dia akan selalu mengikuti Jianchi. "Kenapa?" tanya Jianchi.

"Karena Xiao Xue merasa aman jika bersama dengan Kakak Jianchi". 

Jianchi melihat Yuwen Tuo dan mendengar suara ... Dia bilang dia mendengar suara yang sama dalam mimpinya. Jianchi melihat darah di seluruh tangannya. Dia mencoba untuk melarikan diri tetapi Xiao Xue menghentikannya. 
Yu'er dan Zhang lie membicarakan hubungan mereka dan akhirnya Yu'er merelakan Zhang lie bersama kakaknya. Mereka berpelukan sebagai tanda perpisahan tanpa menyadari Yue'er, kakak Yu'er melihatnya. Dengan marah dia masuk kekamar dan berubah menjadi siluman kelinci.. bersambung...

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...