Senin, 11 Maret 2013

Sinopsis Xuan Yuan Sword Episode 10

Xiao Xue memberikan hiasan berbentuk lotus kepada Jianchi, Jianchi berkata kalau inilah pertama kali ada yang memberinya hadiah. Xiao Xue berkata kalau ini juga pertama kali dia memberi hadiah kepada orang lain. Pesta kembang api dimulai, Xiao Xue yang baru pertama kali melihatnya terlihat begitu senang. Jianchi kagum melihat senyum Xiao Xue yang manis dan berkata Xiao Xue sangat cantik.
Diwaktu yang sama Ningke mengawasai mereka dicermin, dia begitu kesal melihat kedekatan Xiao Xue dan Jianchi dan memaki Jianchi. Jiwa jahat Yuwen Tuo muncul dan bertanya kenapa Ningke memakinya, Ningke menjawab bukan dia yang dia maki tapi Jianchi. Jiwa jahat berkata dia akan memberi pelajaran pada Jianchi, Ningke mencegahnya dan berkata untuk tidak membuat kekacauan lagi.

Xiao Xue dan orang-orang disekitar Jianchi dibekukan gerakannya, lalu dia dihampiri Ningke yang telah berubah penampilannya. Ningke melirik Xiao Xue dan bertanya kepada Jianchi bukankah dia lebih cantik dari Xiao Xue. Jianchi berkata sepertinya dia mengenalnya tapi dia tidak ingat, Ningke berkata agar jangan khawatir karena secepatnya dia akan mengembalikan Jianchi menjadi Yuwen Tuo. Sebelum pergi, Ningke memantrai Jianchi agar tidak menyukai orang lain selain dirinya.
Jingchou berterima kasih kepada Yu'er karena tanpa bantuannya mereka tidak mungkin bisa membawa Xiao Xue ke dunia manusia. Jingchou berkata kalau dia ingin berteman baik dengan Yu'er dan jika berteman dengannya maka bisa dibilang beli 1 dapat 2, artinya dia juga bisa berteman dengan Jianchi dan Xiao Xue juga. Yu'er bertanya apakah Jingchou tidak akan menyesal berteman dengan putri kedua klan Taba. Jingchou balik bertanya apakah itu menakutkan. Yu'er berkata dalam hati kalau Jingchou akan tahu nanti.

Jianchi mengembalikan hiasan lotus kepada Xiao Xue dengan alasan tidak pantas. Xiao Xue berkata dia akan memberikannya pada Jingchou lalu menarik tangan Jianchi dan merasakan keanehan. Xiao Xue berkata seperti dirinya jiwa Jianchi tidak lengkap. Hong Hong datang menghampiri Xiao Xue dan membiusnya, Jianchi tidak bisa bergerak karena terkena racun.  Bersama dengan Zhang lie, dia membawa Xiao Xue dan meninggalkan Jianchi.

Yu'er juga membekukan tubuh Jingchou, tapi sebelum pergi Yu'er memberi tahu Jingchou nama artefak selanjutnya yaitu ketel Shennong yang adalah harta pusaka Klan Taba.
Didalam kereta Yu'er mencoba menusuk Xiao Xue untuk mengambil batu Nuwa, ketika pedangnya hampir berhasil dia melihat Xiao Xue tersenyum dalam tidurnya. Niat membunuhnya pun lenyap, dia keluar dari kereta. Yu'er berkata kalau dia tidak sanggup melakukannya, Zhang lie berniat menggantikan tugasnya. Tapi Yu'er mencoba mengulur waktu dan berkata agar jangan melakukannya hari ini karena Xiao Xue baru terbangun kurang dari sehari didunia manusia, Yu'er meminta mereka untuk memberikan sedikit waktu lagi bagi Xiao Xue untuk melihat dunia.
Xiao Xue keluar dari kereta lalu berterima kasih karena sudah dibiarkan tidur dan senang melihat air terjun yang indah, ternyata sihir Taba tidak berpengaruh kepadanya. Hong Hong menyerang Xiao Xue tapi terlindunginya dengan kekuatan batu Nuwa. Xiao Xue meminta maaf, selanjutnya Zhang lie menyerangnya. Yu'er yang melihatnya segera berjaga didepan Xiao Xue untuk melindunginya. Dengan menarik tangan Xiao Xue, dia mengajaknya pergi. Hong Hong hendak mengejar tapi dicegah oleh Zhang lie.

Xiao Xue meminta maaf karena membuat Yu'er bertengkar dengan dua temannya, Yu'er berkata kalau dia tidak butuh uacapan permintaan maaf dan lagipula kenapa Xiao Xue harus minta maaf. Yu'er menenangkannya kalau Zhang lie dan Hong Hong tidak akan marah lagi ketika mereka kembali. Xiao Xue bertanya apakah itu karena mereka menyukainya. Xiao Xue juga berkata dia tidak mengerti kenapa beberapa orang berkata satu hal tetapi yang dilakukannya berbeda. Yu'er mencoba menenangkan diri, karena bersama Xiao Xue membuatnya hampir gila. Kemudian Xiao Xue memutuskan dia akan berteman baik dengan 10 orang pertama dia temui. Yu'er berkata kalau itu adalah keputusan gila, bagaimana jika 10 pertama itu malah menjadi musuhnya.
Xiao Xue berkata kalau ibunya memberitahunya kalau manusia itu ada yang hatinya merah dan ada yang hatinya hitam. Tetapi Xiao Xue tidak terlalu peduli dengan itu, karena dia ingin memberi 10 orang itu kesempatan. Xiao Xue juga berkata kalau dia ingin belajar menjadi manusia, seorang manusia yang baik. Xiao Xue melihat hati Yu'er berwarna merah meskipun dia ingin membunuhnya. Mereka kembali, Zhang lie berkata kepada Yu'er kalau dia mengabulkan permintaan Yu'er. Dengan kereta, mereka pulang kembali ke klan Taba.
 Jingchou berteriak-teriak memaki Tuoba (Yu'er), dia menyesal mempercayai Yu'er. Jianchi berpikir mungkin Yu'er memiliki kesulitannya sendiri. Jianchi ingat kalau Xiao Xue massih membawa Yafeng (telefon) miliknya, mereka pun mencoba menghubungi Xiao Xue dan tersambung. Segera mereka menanyakan keadaannya, Xiao Xue menjawab kalau dia baik-baik saja, dia juga memberi tahu kalau Yu'er juga baik dan sebenarnya tidak ingin benar-benar membunuhnya. Xiao Xue menyebutkan ciri-ciri lokasi dia berada.
Segera mereka terbang menaiki pedang Jianchi, awalnya Jingchou hendak menaiki pedangnya sendiri tapi 15 tidak mau diajak bekerja sama. Mereka sampai di air terjun tapi tidak terlihat siapapun, Jianchi menyarankan untuk beristirahat dulu. Dia juga mengambil Yafeng milik Jingchou dan melarangnya menghubungi Xiao Xue. Ketika Jianchi sudah tidur dengan pedangnya Jingchou mengambil Yafengnya kembali. Segera dia menjauh dan menghubungi Xiao Xue.
Yu'er bertanya kepada Zhang lie tentang hubungannya dengan kakaknya. Yu'er berkata dia mengharap Zhang lie bahagia bersama kakaknya. Zhang lie menjawab kalau istrinya memperlakukannya sangat baik. Yu'er masuk kedalam kereta dan mendapatkan Xiao Xue sedang berhubungan dengan Jianchi.

Yu'er merampas Yafeng ditangan Xiao Xue dan membentak Jingchou lalu membuang Yafengnya. Jianchi terbangun dia lalu memarahi Jingchou karena bertindak ceroboh dan membuat mereka tidak bisa lagi menghubungi Xiao Xue. Jingchou berkata kalau dia mendengar suara guntur ketika menghubungi Xiao Xue. Bergegas mereka menyusul... bersambung...

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...