Senin, 26 November 2012

Sinopsis Chinese Paladin 3 - Episode 2

Xu Changqing datang dan menyelamatkan keadaan.. dengan menggunakan pakwa dia membuat para zombie itu berhenti bergerak dan bertanya apakah Jing Tian dan Xuejian telah tergigit lalu menjelaskan kalau mereka tergigit maka mereka akan berubah menjadi zombie. Lalu dengan pakwa itu juga Changqing menangkap bayangan zombienya dan semua zombie itu menghilang. 
Setelah keadaannya aman Changqing bertanya kepada Jing Tian dan Xuejian apakah didesa ini banyak orang yang hilang tapi Jing Tian malah menanyakan apakah Changqing membawakannya sebuah benda berharga. Changqing menasehati mereka untuk berhati-hati karena banyak zombie yang berkeliaran lalu dia pun hendak pergi tapi ditahan oleh Jing Tian yang masih ketakutan. Changqing memberikan dua botol berisi pil kepada mereka lalu berkata untuk meminumnya jika keadaan darurat. 

Changqing pun pergi untuk menangkap zombie lainnya. Jing Tian kesal karena gagal mendapatkan benda berharga lalu dia menemukan sebuah benda antik milik Changqing yang terjatuh dan berpikir untuk menjualnya.
Xu Chanqing kembali ke kuil di gunung Shu disana sudah banyak terbaring orang-orang yang sudah menjadi zombie.Salah seorang tetua menjelaskan kalau para zombie ini sebenarnya adalah manusia biasa, merek menjadi begini karena keracunan. Racun itu membuat mereka kehilangan akal sehat dan ingatannya dan membuatnya berubah menjadi zombie. Changqing berkata kalau hal ini harus dihentikan kalau tidak manusia bisa berubah menjdi zombie semua.
Tiba-tiba para zombie itu bergerak Changqing dan seorang temannya berusaha menotok tubuh mereka lalu salah seorang tetua berhasil membuat para zombie itu berhenti.
Changqing melihat kalung yang tergantung dileher salah satu zombie yang bertuliskan Wenxuan. Changqing memanggil zombie itu dengan namanya tapi zombie itu hanya mengeram dan kepalanya menggeliat. Tetua menjelaskan kalau percuma memanggil namanya karena ingatannya sudah musnah.
Teman Changqing meminta kepada para tetua untuk mengijinkan mereka menyelidiki identitas para zombie ini. Tetua pun menyuruh Changqing pergi ke keluarga Tang karena mereka ahli dalam hal racun.
Bersama dengan tetua Heyang Changqing untuk pergi ke keluarga Tang, dia pun menggunakan kesempatan ini untuk menyembuhkan penyakit kakek Xuejian. Xuejian pun berlutut dan berterima kasih kepada Changqing lalu berkata "kakekku pernah bercerita kalau gunung Shua adalah tempat dimana banyak orang baik dan hebat. Kau telah menyembuhkan kakekku sehingga dia bisa hidup 200 atau 300 tahun lagi. Aku, Tang Xuejian akan selalu mengingat kebaikanmu"
Changqing meminta Xuejian untuk tidak sungkan karena menolong orang sudah menjadi kewajibannya. Lalu Kakeknya menyuruh Xuejian untuk memberi hormat pada Tetua Heyang. Kakek Xuejian pun bertanya,"apakah dia murid tertua dari pemimpin sekte Qingwei, Xu Changqing."

Xuejian memanggil Changqing dengan sebutan Pahlawan Xu.

Kakeknya pun menegurnya agar tidak bersikap tidak sopan dia lalu menyuruh Xuejian untuk mengajak Changqing berjalan-jalan.
Xuejian sengaja mendengarkan pembicaraan kakeknya dengan tetua Heyang.. kakeknya mengatakan bahwa ia ingin menemukan pendamping bagi Xuejian sebelum dia meninggal, sehingga ia bisa beristirahat dengan tenang. Kakek mengatakan bahwa Changqing adalah orang yang sempurna yang ada dalam pikirannya.
Changqing menunjukan sample racun zombie kepada keluarga Tang, kakek Xuejian membenarkan kalau racun ini milik keluarga Tang dan dinamakan pil ajaib keabadian.
Xuejian menemui Changqing yang telah berganti pakaian diluar lalu dia menawarkan diri untuk pergi bersama Changqing untuk membantunya.

Mereka pun pergi ke pasar.

Jing Tian bertanya kepada para pedagang apakah ada keluarganya hilang dan seorang pedagang mengatakan kalau dia kehilangan seorang putra lalu menyuruh Jing Tian pergi.
Jing Tian lalu duduk bersam Changqing dan Xuejian. datang pelayan membawa pesanan mereka Jing Tian pun segera memakannya. Changqing menanyakan daftar orang hilang yang dibuat Jing Tian.

Jing Tian mengeluarkannya, Changqing bertanya lagi apakah didaftar itu ada nama Wenxuan. Jing Tian menyuruh Changqing melihatnya sendiri. Xuejian pun melihat daftarnya dan menemukan nama Wenxuan.
Mereka bertiga pergi kerumah Wenxuan, lalu Jing Tian menjelaskan identitas Dong Wenxuan, 17 tahun..tinggal bersama ibunya Nyonya Wei dan seperti kebanyakan penduduk disini mereka menanam kpas untuk hidup.

Changqing menjelaskan deduksinya,"Tuan Dong hilang ketika waktu antara musim semi dan musim gugur, dan ketika datang masa panen"
Jing Tian menambahkan penjelasannya,"Ketika waktunya semua pria muda disini bekerja di ladang. Aku dengar suatu hari, tiba-tiba semua wanita disini ditangkap"

Xuejian terlihat takut, Changqing menanyakan dimana rumah Wenxuan.. Jing Tian menunjuk dibelakang.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah yang keadaannya sangat kotor dan berantakan. Changqing dengan kemampuan khususnya melihat kejadian mengerikan yang menimpa keluarga Dong yang terjadi dirumah ini sebelumnya.

Jing Tian berkata kalau itu bukan hal yang luar biasa..tapi kalau kau mau mengajariku itu juga boleh..apa seperti ini.. Xuejian mengambil sebuah gayung dan memukulkannya pada kepala Jing Tian.
Jing Tian menemukan sekeping uang lalu memasukkannya kedalam saku, lalu berkata "jika tempat ini digunakan maka akan menghasilkan banyak uang tapi malah terjadi insiden mengerikan"
Ucapan Jing Tian membuat Changqing mendapatkan petunjuk. dia pergi keluar disusul oleh dua temannya lalu Changqing mengeluarkan pakwanya.
Xuejian bertanya kenapa mereka sampai ditempat perjudian.. Changqing yang dari kecil hidup diatas gunung tidak tahu apa itu tempat perjudian. Jing Tian menertawakannya dan berkata bukan pria sejati jika belum berjudi.. Xuejian berusaha menjelaskan kalau berjudi itu bukan perbuatan yang baik dan bisa msuk ke neraka ke 19..

Tapi Jing Tian malah mendorongnya dan berkata kalau wanita tidak boleh masuk.
Jing Tian mulai menjelaskan bagaimana bermain judi.. tapi Changqing dengan indra keenamnya mampu menebak dadu mana yang keluar dan membuat Jing Tian untung besar.
Samar-samar Changqing mendengar suara tangisan dia lari mendekati sumber suaranya tapi Jing Tian mengejar dan memintanya bermain lagi. Lalu Jing Tian membagi dua hasil bermin judi mereka tpi Changqing menolak menerimanya lalu terjadi dorong mendorong nampan;
Changqing mengerahkan sedikit tenaga dan membuat nampan berisi uang itu jatuh ketempat judi dan Jing Tian kehilangan semua uangnya.
Jing Tian mengejar Changqing keluar tapi dia malah diejek oleh Xuejian karena nasibnya yang sial terus.
Changqing pergi untuk meminta petunjuk gurunya meninggalkan Jing Tian dan Xuejian yang saling membuang muka.
Tanpa mereka sadar seseorang sedang meemperhatikan mereka
Disebuah ruang bawah tanah, kita melihat beberapa orang, salah satunya adalah Tang Yi, yang ingin mengambil kekuasaan keluarga Tang dan menguasai dunia.
Sepertinya mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas semua zombie.
Salah satu zombie, seorang wanita yang mereka klaim adalah yang paling kuat.
Zombie yang bernama Wenxun mulai sadar dan berusaha berbicara.. teman Changqing berusaha berbicara padanya.
Jing Tian pergi menyelidiki zombie lagi tapi dia malah bertemu dengan Xuejian.
Sialnya mereka malah dikepung segerombolan zombie.
Lalu datang Changqing menyelamatkan mereka dan menyuruh mereka pergi untuk meminta bantuan.
Zombie bernama Wenxun itu berkata dengan terbata-bata "Jangan lukai..orang yng memakai warrna merah"

Teman Changqin segera menghubungi Changqin dengan 'walkie talkie' memberitahu itu.
Changqing mengurung para zombie itu dengan kain panjang berwarna merah.. dia lalu menghubungi Jing Tian dengan 'walkie talkie' nya dan memberitahu untuk mengenakan kain merah.
Jing Tian melepas celana luarnya dan menunjukan celana dalamnya yang berwarna merah.. dan membuat para zombie itu kabur.
Xuejian dan Jing Tian segera pergi.
Changqing bersama adik seperguruannya membuat formasi untuk mengurung para zombie
Jing Tian menyebut Changqing 'Tahu Putih' karena dari ujung kepala sampai kaki semuanya berwarna putih. Xuejian menyebut Jing Tian iri dengan kemampuan Changqing.
Kedua penjahat kita saling menuduh siapa yang melepaskan para zombie itu.
Xuejian membawakan bunga untuk kakeknya.. kakek Xuejian lalu bertanya tentang apa yang terjadi dilurn sana, Xuejian meyakinkan kakeknya bahwa semuanya tenang. Kkek pun menasehati Xuejian untuk tidak bersikap manja dan harus mulai bersikap dewasa.
Setelah keluar dari kamar kakeknya Xuejian bertanya kepada pelayan keberadaan Changqing. Pelayan memberitahu kalau Changqing keluar bersama Jing Tian.
Jing Tian meminta Changqing menebak di gelas mana dia menyimpan kacang merah setelah sebelumnya gelas-gelas itu diack-acak.
Dengan mudah Changqing menebak gelas mana yang berisi kacang. Jing Tian berkata kalau itu hanya keberuntungan lagi-lagi dia mengacak gelas itu untuk menguji lagi Changqing
Changqing berkata untuk berhenti karena kacang merahnya terjatuh kebawah dia lalu mengambilkannya. Jing Tian menyerah lalu meminta Changqing untuk mengajarinya ilmu bela diri.
Tapi Changqing berkata kalau ilmu bela diri Shaoshan tidak diajarkan kepada orang luar jika Jing Tian ingin mempelajarinya dia harus masuk aliran ini.
Xuejian menghampiri Changqing yang sedang menasihati Boss Zhao untuk memperlakukan pegwainya dengan baik.
Changqing memberi tahu kalauu besok dia akan pergi.. Xuejian pun mengajak Changqing kesuatu tempat.
Xuejian membawa Changqing ke tempat dimana dia mengumpulkan embun untuk kakeknya. Dia berbicara tentang bagaimana cara untuk membantu menyembuhkan kakeknya, dengan mencari seseorang untuk bersamanya, dan karena itu, kakeknya akan khawatir dengan masa depannya. Dia juga menjelaskan mengapa dia begitu dekat dengan kakeknya, bahwa dia tidak pernah melihat orangtuanya sebelumnya. Satu-satunya orang yang peduli dan mencintai dia adalah kakeknya
Xuejian juga mengatakan bahwa dia mencari seseorang untuk bersama dan menikah, dan tentu saja, Changqing malah jatuh tertidur pada saat penting dan dia menyia-nyiakan segala usaha.
Ternyata Jing Tian mendengar seluruh percakapan mereka dari 'walkie talkie' yang ia ambil dari Changqing,dengan puas dia tertawa..hahaha



2 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...