Sabtu, 03 November 2012

Sinopsis Chinese Paladin 3 - Episode 1

Jing Tian bermimpi menaiki sebuah pedang lalu tiba-tiba muncul seorang pria tua 
Jing Tian : Siapa kau ?? 
Jing Tian hampir jatuh tapi tubuhnya terburu ditahan oleh pria tua itu.
Jing Tian : Kemampuanmu tidak buruk, bisa kau ajari aku??
Kakek tua : Baiklah (sambil mengacungkan dua jarinya)
Jing Tian : Apa itu?
Kakek Tua : Dua tugas,, akan aku kabulkan semua keinginanmu asal kau bisa memenuhi dua tugas dariku.
Jing Tian : Uang..Wanita
Kakek Tua : Salah
Lalu kakek tua itu memunculkan sebuah kotak antik.  
kakek tua : Kelangsungan hidup umat manusia tergantung pada ini.
Jing Tian : tergantung pada hal ini..Apa kau tidak melebih-lebihkan? Apa sebenarnya isinya?
kakek tua : Bukalah dan lihat isinya
Jing Tian : Benarkah?
Jing Tian pun membuka kotak itu. Tapi tiba-tiba... dia dibangunkan oleh Mao Mao
Mao Mao : BOS BESAAARRR... 
Jing Tian.. Kebahagiaan adalah hal yang paling penting dari segalanya. Karyawan pegadaian Yong An. Menyukai barang-barang antik, mahir memalsukan. Bercita-cita menjadi orang terkaya di Yuzhou.
Jing Tian : Mengapa kau bangunkan aku?? Aku baru saja kehilangan. Dan sedikit lagi! Aku akan memiliki harta karun itu.
Mao Mao : Harta karun apa?
Jing Tian : Sebuah kotak antik. Bernilai setidaknya 200 tael! Dan sekarang.. Mengapa bau sekali?
Maomao: Aku tidak makan dengan cukup sewaktu makan malam, jadi aku makan dua kentang manis lagi.

Jing Tian mengacungkan kakinya ke arah Maomao.
Jing Tian : Lawan bau dengan bau.
Maomao hampir pingsan menghirup bau kaki Jing Tian
Maomao: Kau memang kuat
Jing Tian : Bayar aku 200 tael
Maomao: Seluruh uangku tinggal tiga koin saja
Jing Tian : Kau tetap harus membayarnya
Ketika Maomao mau mengeluarkan uang datang He Biping,, asisten Jing Tian.. dan mengatakan kalau Jing Tian harus membayar 800 taels kepada Maomao karena dulu Jing Tian juga pernah menganggu mimpi Maomao yang sedang bermimpi bertemu dengan wanita cantik. Jing Tian menolak, perdebatan yang ngawur inipun terhenti ketika Maomao menunjukkan sedang ada hujan meteor diluar. Mereka bertiga pun bergegas keluar untuk melihatnya. Biping langsung berputar-putar.
Jing Tian: Apa yang kau lakukan? 
Biping: Ayahku mengatakan jika kamu melihat hujan meteor, berputarlah tiga kali maka tiga keinginanmu akan menjadi kenyataan!
Jing Tian dan Maomao pun ikut-ikutan berputar-putar.
Jing Tian: Dasar egois! Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya? 
Biping: Mengapa kau berputar begitu banyak? 
Jing Tian: Bukankah kau bilang tiga putaran berarti tiga keinginan? Kalau berputar lebih banyak berarti keinginan yang terkabul bisa lebih banyak lagi! 
Maomao: Big Boss, aku sudah berputar lagi untukmu. Minta saja padaku jika masih kurang. 
Jing Tian: Maomao masih yang terbaik!
Mereka Terus berputaran sampai terjatuh .. Jing Tian segera berlutut Dan membuat permintaan
Jing Tian: ​​aku akan membuat keinginanku yang pertama! Aku ingin menjadi orang terkaya di Yuzhou! Saya ingin menjadi bos besar Pegadaian Yong An! Aku ingin memiliki benda-benda yang berharga! Aku ingin .. Jadi pusing. 
Giliran Maomao: Keinginanku adalah agar semua keinginan Big Boss menjadi kenyataan. 
Biping: Bagaimana dengan dirimu, bodoh?Maomao: Aku? Aku ingin makan banyak daging! Aku ingin menikah dan memiliki tiga istri!
Jing Tian: ​​Bagaimana kalau lima? 
Maomao: Tentu! Lima istri! Aku ingin pergi ke Chang'an! Dimana itu? 
Jing Tian: ku pikir itu disana 
Biping: Norak sekali! Aku ingin berton-ton emas. Aku ingin sarang burung, abalone, dan hidangan eksotis! pakaian yang terbuat dari benang emas!
Tiba-Tiba Jing Tian melihat Benda bercahaya  terbang kearah padanya Lalu mendarat di telapak tangannya.Maomao: Big Boss, apa itu?
Jing Tian: Sepertinya liontin giok 
Biping: Mungkin itu dibuang oleh dewa. Ini sampah!
Maomao: Apakah dewa di Surga berperilaku seperti kita suka membuang sampah? 
Jing Tian: Apa yang kalian tahu? Aku yakin ini sebuah benda berharga. Bahkan jika itu sampah dari Surga, ini masih berharga. Ini bernilai mahal.

Lalu Tiba-Tiba Giok itu mengelurkan Cahaya. Keesokan harinya Jing Tian menemui Ding Shiyan,, guru Jing Tian dalam hal barang antik.

Jing Tian: Kau pikir batu giok ini sudah berumur berapa tahun? 
Ding Shiyan: Jing Tian, ​​jika kau tidak tahu mana mungkin aku tahu
Jing Tian: Mengapa kita tidak menjualnya untuk 100 tael?
Ding Shiyan: Bukankah itu terlalu banyak? Siapa yang akan membayar untuk jumlah tersebut?
Jing Tian: Orang kaya! Orang miskin tidak akan membeli barang-barang mewah tersebut. Hanya orang kaya yang tidak peduli tentang uang. Semakin mahal kita hargai ini, mereka akan merasa semakin kaya
Muncul Maomao bersama Utusan dari Tang yang memberi tahu kalau Bos Pegadaian Yong An, Paman Liu, telah mengunduran diri dan telah kembali ke kampung halamannya untuk melihat cucunya. Dan utusan itu bilang kalau Tuannya telah memutuskan untuk mempromosikan Jing Tian menjadi bos Pegadaian Yong An. Permintaan kedua Jing Tian terwujud. 
Berpindah Ke Jalanan terlihat rombongan pengantin melintas diiringi bunyi petasan. 
Maomao: Big Boss, banyak orang yang menikah hari ini. Ini harus menjadi hari baik
Jing Tian: Tentu saja. Aku sudah menjadi bos. Aku juga akan memiliki banyak harta.
Jing Tian memandangi Giok keberuntungnnya Tiba-Tiba Giok itu bercahaya dan menariknya kedepan. Lalu terlihat giok milik seorang gadis yang sedang memilih topeng juga bercahaya.
Jing Tian: Maomao, setelah saya membuat keberuntungan, saya akan membantu Anda mendapatkan seorang istri.
Maomao terlihat sangat gembira, Lalu Jing Tian pergi kearah kanan Maomao yang tidak tahu malah pergi kearah kiri. Tiba-Tiba Giok yang tergantung dipinggang Jing Tian bercahaya dan menariknya juga iok milik gadis itupun juga bercahaya.
Jing Tian: Maomao, kenapa kau terburu-buru? Bukankah aku katakan? Setelah aku kaya, aku akan membawamu ke Chang'an untuk mendapatkan seorang istri.
Kedua Giok itu menarik masing-masing pemiliknya sampai ke tandu pengantin yang sedang melintas sampai punggung Jing Tian dan gadis itu (Yang nanti diketahui bernama Tang Xue Jian) ​​bertubrukan Dan kedua Giok itu pun menyatu. Maomao yang melihat Jing Tian segera mengejar juga seorang gadis pelayan. Tapi tiba-tiba tandu itu malah terbang dan terbang semakin tinggi. Akhirnya tandu itu berhenti dilantai dua sebuah bangunan
Xue Jian: Apa yang terjadi? Dimana ini? 
Jing Tian: Bagaimana aku tahu?
 Xue Jian: Siapa yang bertanya padamu? 
Jing Tian: Aku tidak berbicara padamu 
Kedua Giok itu masih tetap menempel satu sama lain.
Xue Jian: Siapa kau?
 Jing Tian: Mengapa aku harus memberitahumu? 
Terjadi pertengkaran diatas (Jing Tian & Xue Jian) ​​Dan dibawah (Maomao dan pelayan Xue Jian - namanya Xiaoyi)
Xiaoyi: Lihat apa yang big boss mu telah lakukan 
Maomao: Big Boss ku adalah seorang pria sejati. Dia tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu 
Xiaoyi: big boss mu itu telah jatuh hati pada nonaku yang cantik,, jadi dia gunakan cara yang hina seperti ini. 
Maomao: Nonamu pastii benar-benar jelek, jadi dia memaksa Big Boss ku untuk menikahinya 
Jing Tian: Benar. Kau memang benar. Wanita di belakangku ini pasti jatuh hati pada wajahku yang tampan. Jadi dia menggunakan beberapa mantra jahat untuk memaksaku untuk menikahinya
Xue Jian: Bodoh. Aku lebih suka mati daripada dipermalukan. Aku ingin mencokel matamu keluar dan memotong tanganmu
Jing Tian: Ayo! Ayo! Kalau berani. 
Tiba-tiba tandu itu jatuh dan menjatuhkan Jing Tian dan Xue Jian ke tanah dan kedua Giok itupun terpisah.
Maomao: Big Boss. Kau baik-baik saja? Bagaimana keadaanmu? Kenapa kau begitu tidak sabaran? Aku mau mencari tangga.
Jing Tian: Aku baik-baik jika giok ini tidak hilang. Aku masih membutuhkannya untuk membuat kesepakatan 
Maomao: Ke sini, biarkan aku melihat apakah kau baik-baikJing Tian: Aku baik-baik saja. Tidak banyak waktu tersisa. Kita harus segera pergi
Jing Tian bergegas pergi meninggalkan TKP meninggalkan Maomao,, Lalu datanglah orang-orang dari keluarga Tang

Xuejian .. Nona muda dari keluarga Tang. Sombong dan keras kepala, seorang anak yang dimanjakan. Latar belakangnya masih misteri 
Jing Tian berhenti berlari dan melihat kebelakang ternyata Maomao tidak mengikutinya,, Lalu dia dihadang oleh Pria misterius yang mengenakan topeng
Pria bertopeng; Anak muda, liontin giok itu tidak boleh dijual 
Jing Tian: Siapa kau?Pria bertopeng; Kau tidak perlu tahu siapa aku. Kau akan tahu jika waktunya tepat.Jing Tian: Carikan aku waktu yang tepat itu. Aku sudah menemukan pembeli. Jika harga cocok, aku akan mencarimu
Jing Tian mau pergi tapi dihadang oleh Pria bertopeng itu Lalu Jing Tian disuruh melihat sebuah Lukisan. 
Pria bertopeng; Lihat bagaimana dunia manusia 300 hari lagi. Lihatlah orang-orang malang ini. Ini adalah neraka di bumi. 
Jing Tian: 300 hari kemudian? Gila!
Lalu Pria bertopeng itu membuat gambar dilukisan itu hidup dan memperlihatkannya kepada Jing Tian
Jing Tian: Lukisan ini tidak berharga. Lima tael paling banyak.
Pria bertopeng; Ingat, kau tidak boleh menjual liontin giok itu. Karena 300 hari kemudian, giok itu akan sangat bermanfaat. Dan kau .. akan menjadi penyelamat dunia.
Jing Tian: Juru selamat? Apakah kau melihat ada penyelamat yang ditekan pada sebuah gerobak oleh seseorang? Hei, kau begitu hebat. Kau bisa menjadi penyelamat. Aku masih memiliki kesepakatan untuk dibuat. Aku tidak punya waktu untukmu. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. 
Jing Tian pergi meninggalkan Pria bertopeng tapi Pria bertopeng itu menyerangnya Dan membuat tubuh Jing Tian berputar-putar di udara Lalu mengambil Giok milik Jing Tian Dan membanting Jing Tian ke tanah Lalu terbang meninggalkan Jing Tian yang berteriak-teriak dibawah. Lalu muncul sekelompok orang yang mengepung Jing Tian

Rupanya 'kecelakaan dijalan' dengan Tang Xue Jian telah membawa masalah bagi Jing Tian, karena keluarga Tang merasa terhina karena Jing Tian telah mempermalukan nona muda mereka maka kakek Xuejian, Tang Kun selaku kepala keluarga Tang memberi hukuman kepada Jing Tian dengan mencokel mata, membuntungi tangannya dan memotong lidahnya. Tapi keberuntungan masih berpihak pada Jing Tian, Xuejian yang merasa dipermalukan dimuka umum memcoba gantung diri di halaman belakang. Jing Tian pun menawarkan diri untuk membujuk Xuejian dengan syarat dia diampuni.
Ketika Jing Tian sampai ke halaman belakang, Xuejian sedang mencoba menggantung diriny dengan kain warna merah muda sementara disekelilingnya ada lusinan pelayan memcoba membujuknya. Jing Tian pun mencoba trik pertama dengan mengejek Xuejian dan berhasil Xuejian turun menghampiri Jing Tian
Jing Tian : Hey kau yang disana, apa kau yang dikenal dengan Nona muda Tang
Xuejian : Kau itu...
Jing Tian : Laki-laki tampan. Kenapa kau tidak ingin mati lagi karena melihat wajahku yang tampan
Xuejian teringat kejadian dijalan waktu itu dia lalu memaki Jing Tian maniak dan berkata dia ingin sekali memotong setiap bagian tubuhnya yang bersentuhan dengan Jing Tian. Jing Tian malah mempersilakan dan meminta pisau, tiba-tiba kakek Xuejian memelintir tangan Jing Tian lalu Jing Tian menjelaskan ini semua adalah bagian dari rencana Tang Kun pun mengerti dan meminta dibawakan golok. Jing Tian menaku-nakuti Xuejian dengan memperlihatkan betapa tajamnya golok ini.
Jing Tian : Nona jangan takut.. Hasil potonganku sangat bagus kau tidak akan merasa sakit. Tapi pendarahannya mungkin sangat sulit untuk ditolong kalaupun kau beruntung masih bisa hidup, kau mungkin tidak bisa duduk dan hanya bisa berbaring.
Xuejian terlihat sangat takut dan malah mencoba untuk gantung diri lagi. Jing Tian menghampirinya dan malah meminta dibawakan tali tambang lalu menjelaskan kalau kain ini mudah sobek lebih baik pakai tali tambang. Dia lalu berkata akan betapa tenangnya nanti jika Xuejian sudah mati, maka tidak akan ada lagi yang membuat keonaran.
Jing Tian : Untuk kebanyakan orang yang mati gantung diri, matanya aknan melotot seakan-akan mau keluar, mulutnya akan berbusa dan lidahnya akan menjulur keluar sepanjang 3 kaki. oh, jik itu belum memuskan, kepala dipenggal mungkin itu lebih baik
Xuejian : Aku tidak mau mati dengan tubuh terpisah.
Lalu pelayan membawa sebotol racun. Jing Tian mencobanya dengan menyiramkan racun itu pada tali tambang dan tali tambang itu mengeluarkan asap
Jing Tian ; Ketika kau meminumnya, matamu akan menatap lurus kedepan, rohmu akan pergi dan tuguhmu akan terbujur kaku lalu dibakar dan semua ingatanmu akan hilang, karena kau sering membuat masalah kau pasti akan masuk neraka. Kau akan menjadi hantu gentayangan
Xuejian : Bagaimana bisa aku mati dengan cara mengerikan begitu
Jing Tian pun menarik tangan Xuejian dan menyuruhnya melompat kesumur kering. Xuejian berkata kalau mti disumur itu tidak terlihat terhormat diapun mengurungkan niatnya untuk bunuh diri dan lalu menanyakan nama Jing Tian lalu pergi dengan kesal. Jing Tian mengucapkan terim kasih kepada semuanya karena rencanya berhasil, kakek Xuejian terlihat begitu mengagumi kecerdikan Jing Tian.
Jing Tian pun bergegas pergi tapi dihadang oleh kakek Xuejian lalu dia seperti menggeledah tubuh Jing Tian tapi lalu membiarkannya pergi. Tang Kun pun menemui Xuejian dan memarahinya tentang insiden tadi dan lalu menanyakan tentang giok milik Xuejian. Kakek lalu menjelaskan bahwa tentang giok itu.
Tang Kun : Ketika kau berusia tiga tahun kau sering sakit-sakitan. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkanmu. Kau begitu lemah sampai tidak bisa berjalan. Suatu hari terdengar suar orang meniup seluling dari luar. Kau mulai menari mengikuti irama dan mulai sembuh. Aku pergi keluar untuk mencari siapa itu tapi orang itu tidak memberi tahu namanya. Dia hanya memperlihatkan giok ini dan berkata, "Giok ini memiliki pasangan, giok yang satu lagi dimiliki oleh orang yang ditakdirkan dengamu. Ketika dua giok itu bertemu mereka akan bersama dan menjadi satu. Kau dan orang yang ditakdirkan dengamu akan bersatu dan tidak akan mampu dipisahkan apapun yang terjadi."
Xuejian : Kakek orang yang kau maksudkan itu bukan Jing Tian kan?
Tang Kun : Sebenarnya aku pikir itu dia, tapi aku sudah menggeledah tubuhnya tapi tidak menemukan giok itu.
Xuejian : Dia itu maniak
Tang Kun : Betapa disayangkan
Xue Jian : Disayangkan apanya, jika dia itu orangnya lebih baik aku mati.
Tang Kun : Xuejian sudah berapa kali aku bilang jangan sembarangan jika bicara.
Jing Tian kembali ke pegadaian dan bertemu dengan paman Ding yang terlihat begitu khawatir, lalu dia melihat Biping sedang memukuli Maomao. Dia lalu memarahi Maomao karena diam saja dipukuli, lalu Maomao bilang kalau 'mereka'
 mau membuang barang-barang milik Jing Tian. Jing Tian lalu mencengkram kerah baju Biping. Lalu datang Zhao Wenchang supervisor Pegadaian Yong An.
Wenchang : Lepaskan dia
Jing Tian : Zhao Wenchang ini bukan tempat dimana kau bisa seenaknya
Wenchang : Mulai hari ini kau harus memanggilku Boss Zhao
Jing Tian : Boss Zhao? pertama Jing Tian adalah bos disini. Mengerti?
Wenchang : Kau masih berharap menjadi bos setelah menganggu Nona muda keluarga Tang? Lihat ini, aku beri tahu kau. Keluarga Tang telah mengangkatku sebagai bos baru.
Wenchang memperlihatkan sebuah plakat. Jing Tian begitu kecewa karena hanya menjadi bos setengah hari saja Maomao membela Big Bos nya dengan berkata kalau Big Boss nya lebih baik darimu. Wenchang lalu berkata kalau kalian semua sekarang adalah bawahanku.

Jing Tian bekerja sampai larut malam lalu dia berteriak karena mendapatkan sebuah ide sampai membangunkan Maomao dan Biping ketika Jing Tian menjelaskan idenya mereka hanya tertawa dan kembali tidur. Jing Tian pun bekerja sendiri lagi tapi tiba-tiba dia melihat bayangan orang melintas didekat jendelanya. Llu sambil membawa tongkat kayu dia mengikuti orang itu dan melihatnya sedang menggeledah pegadaian lalu Jing Tian menyerangnya dan ternyata orang itu adalah Xuejian. Jing Tian menanyakan kenapa Xuejian kemari dengan diam-diam dan apa yang dia cari. Xuejian menunjukkan giok miliknya dan menanyakan apa Jing Tian punya giok seperti ini Jing Tian pun menjawab ditoko sekecil ini mana mungkin bisa ada barang seperti ini.
Xuejian pun meminta Jing Tian untuk membuat duplikat giok miliknya awalnya Jing Tian menolak tapi kemudian mau karena terpaksa. Tapi kemudian Jing Tian berkata dia tidak punya tanah liat lalu Xuejian pergi untuk mencarinya tidak lama kemudian dia kembali membawa sebungkus tanah tapi Jing Tian berkata itu bukan tanah liat tapi tanah lalu berkata untuk mencari tanah liat di jamban. Xuejian pun pergi untuk mencarinya dan lalu Jing Tian membuka sebuah kotak yang ternyata isinya.. tanah liat..
Sambil menahan bau, Xuejian mengumpulkan tanah liat lalu membawanya ke Jing Tian tapi ternyata Jing Tian sudah mulai bekerja dengan tanah liatnya Xuejian sangat kesal karena sudah dipermainkan Jing Tian pun menyuruh Xuejian untuk pergi dan meencuci tangannya karena sangat bau. Lalu dia mencuci tangannya dan duduk didepan Jing Tian, Xuejian memperhatikan Jing Tian bekerja. Replika itu hampir selesai dibuat, tapi tiba-tiba Jing Tian melihat keanehan pada Xuejian,, rambutnya terus tumbuh.
Xuejian : Hari apa sekarang?
Jing Tian : Sekarang hari pertama musim semi
Xuejian : Hari pertama musim semi.. Apa yang harus aku lakukan?
Xuejian terlihat bingung lalu dia bersembunyi dibalik pintu dan melarang Jing Tian untuk melihatnya dan mengatakan keadaannya pada orang lain. Xuejian kembali kerumahnya dan menyuruh pelayan-pelayannya untuk memotong rambutnya yang terus memanjang.
Keesokan harinya Xuejian menemui tabib yang sedang memeriksa kakeknya lalu tabib itu mengatakan kalau kakek Xuejian menderita diabetes dan ternyata itu sudah lama tapi Xuejian baru mengetahuinya karena kakeknya memang merahasiakannya dari semua orang. Xuejian begitu mengkhawatirkan kakeknya dan n bertanya bagaimana untuk menyembuhkan penyakit kakeknya, tabib itu menjelaskan klu obat rakyat bisa menolong sirkulasi darahnya
Xuejian : Obat? Apa ginseng berumur ratusan atau bunga lotus salju dari gunung Tian?
Tabib : Bukan keduanya, tapi air
Xuejian : Air itu gampang.. Xiaoyi cepat perintahkan..
Tabib : Tunggu, air yang kita butuhkan adalah embun dari bunga di kaki gunung Shu
Kembali ke Jing Tian yang sedang membersihkan pegadaian, datang He Biping mereka pun bertengkar Maomao datang dan mencoba melerai tapi malah dia yang kenal pukul sampai kedua matanya bengkak seperti mata panda. Maomao pun kembali mencoba memisahkan mereka agar kembali bekerja agar mereka bisa makan dan bisa melihat hujan meteor. Seketika Jing Tian berhenti bertengkar dan menyuruh Maomao mengulangi perkataannya tapi Maomao tidak mengerti lalu Biping bilang Hujan meteor.
Jing Tian pun kehutan untuk melihat hujan meteor gar bisa mendapatkan harta karun dan keberuntungannya lagi tapi tidak terlihat akan ada hujan meteor tapi dia malah bertemu dengan Xuejian yang membawa sebuah buntalan.
Jing Tian : Kau lagi
Xuejian : Kau?
Jing Tian : Tidak ada satu pun yang baik terjadi ketika aku melihatnya
Xuejian : Hey apa yang kau gumamkan?
Jing Tian : Nona, yang aku katakan keberuntungan, harapanmu terwujud, kesehatan baik dan energi untukmu.
Xuejian : Jangan berkata seperti itu, itu menganggu.
Jing Tian berpikir apa mungkin gadis ini kesini untuk mencari harta juga
Jing Tian : Nona, kau datang karena..
Xuejian : Kau tahu tentang itu juga?
Jing Tian : Kau datang dari keluarga kaya, tidak pernah khawatir tentang makanan atau pakaian. Kau lebih baik biarkab orang miskin seoertiku untuk mendapatkan harta karun ini.
Xuejian : Tidak ada negosiasi, tidak ada orang yang bisa menghentikanku sampai mati
Jing Tian : Mengapa kau lakukan ini?
Xuejian : Aku benar-benar memerlukannya sekarang
Jing Tian : Kenapa tidak..bagaimana kalau kita bagi 50:50
Xuejian : Kenapa? Apakah ada orang yang sakit dikeluargamu?
Jing Tian : Maomao dan aku sangat sehat
Xuejian ; Lalu kenapa kau membutuhkan embun itu
Jing Tian : embun apa?
Xuejian : Aku sedang mengumpulkan embun dari bunga. Kalau kau?
Jing Tian tertawa karena kesalahpahaman ini dan berkata tidak akan menganggu Xuejian
Jing Tian : Hey, kau kesini malam-malam sendirian apa tidak takut?
Xuejian : Untuk kakekku, aku tidak takut apapun
Jing Tian : Untuk kakekmu lagi, kakekmu sakit?
Xuejian : Iya. Kalau tidak untuk apa aku malam-malam kemari untuk mengumpulkan embun?
Jing Tian : Untuk menjualnya? Itu ide bagus.Tidak orang yang tahu dan ini bisa menyelamatkan nyawa.
Xuejian : Dasar serakah
Jing Tian : Apa yang kau katakan
Raut muka Xuejian berubah dan menunjuk kearah Jing Tian, Jing Tian pun sama dan tiba-tiba disekeliling mereka sudah berkerumun seperti zombie mencoba menyerang mereka.
Lalu muncul seorang pria sambil terbang dia menyerang para zombie dengan pedangnya lalu terbang diatas kepala Jing Tian dan Xuejian untuk membuat tabir pelindung.
Jing Tian : Orang ini berkemampuan tinggi dalam ilmu kungfu dan sihir. tapi kenapa dia berpakaian putih dari kepala sampai sepatu? Aku bayangkan dia dari perguruan mana?
Orang berpakaian itu turun dan mulai bertarung dengan para zombie. Siapa sebenarnya dia?

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...