Sabtu, 02 Juni 2012

Seri Pendekar Harum: LEGENDA BUNGA PERSIK

6. Legenda Bunga Persik


Karya: Gu Long/Khu Lung

Disadur: Gan K.L

Seri ke-6 dari serial Pendekar Harum. Legenda Bunga Persik disini maksudnya bukan bercerita tentang bunga persik maupun manusia atau tempat yang bernama bunga persik tetapi diambil dari kalimat “mendapat rejeki bunga persik” yang dalam bahasa Tiongkok artinya: berkenalan lalu punya hubungan mendalam dengan gadis atau perempuan yang cantik...(mungkin maksudnya one night stand kali ya..)
Chu Liuxiang sekembalinya dari pulau kelelawar menghadiri pesta ulang tahun Nyonya Besar Jin. Nyonya besar Jin adalah seorang nenek tua yang paling beruntung di dunia, bukan saja orang paling beruntung, tapi dia juga tahu bagaimana menikmati keberuntungannya. Ia memiliki 10 anak laki2, 9 anak perempuan, 8 menantu laki2, 39 cucu dalam dan 28 cucu luar.
Anak2 dan menantu2nya, ada yang menjadi pemimpin perusahaan ekspedisi, ada yang menjadi kepala polisi, ada yang menjadi ketua partai persilatan...boleh dikata tiada seorangpun yang bukan pesilat kelas wahid. Di pesta ulang tahun tersebut dia menanggung malu seorang perempuan yang kentut sewaktu mengucapkan selamat ulang tahun. Sebagai ucapan terima kasih, perempuan tersebut menawarkan apa saja sebagai balas jasa terhadap Chu Liuxiang. Sejak saat itu Chu Liuxiang selalu bertemu wanita cantik yang menawarkan dirinya (mendapat rejeki bunga persik) tetapi ujung2nya mau membunuh Chu Liuxiang.
Selain keluarga Jin, di dunia ini juga ada sebuah keluarga yang amat misterius, ada yang mengatakan bahwa mereka datang dari sisi langit, ada yang mengatakan bahwa mereka dari ujung laut, ada yang mengatakan bahwa mereka dari padang salju yang semua tetesan air telah menjadi es, ada yang mengatakan bahwa mereka dari padang belantara yang seekor burungpun tidak kelihatan, sebenarnya di dalam dunia ini sama sekali tidak ada orang yang tahu mereka datang dari mana. Ada yang berkata mereka bermarga Ma, ada yang berkata bahwa mereka tidak bermarga Ma, sebenarnya di dalam dunia ini sama sekali tidak ada orang yang tahu sesungguhnya mereka bermarga apa.
Chu Liuxiang harus bentrok dengan keluarga Ma untuk menyelamatkan wanita yang dicintainya. Sudah terbentuk semacam cerita legenda di dunia persilatan, bahwa Chu Liuxiang sama sekali bukan manusia, tapi adalah dewa, sekarang ia sudah berubah menjadi manusia biasa. Di atas langit dan di bawah bumi ini, Cuma ada semacam kekuatan, yang dapat merubah manusia biasa jadi dewa dan merubah dewa jadi manusia biasa yaitu: Cinta. Chu Liuxiang jatuh cinta?...Ya!
Apakah dia bisa menyelamatkan wanita yang dicintainya, apakah hubungan keluarga Ma dengan rejeki bunga persik yang didapat Chu Liuxiang? Semuanya akan terjawab dalam buku ini. Bagi yang mengikuti serial Pend. Harum dari seri-1 (maling romantis) sampai seri-5 (legenda kelelawar), bahasa terjemahan dalam buku ini akan terasa beda karena yang nerjemahin bukan lagi Gan KH dan Gan KL. Dan juga tidak lagi pake bhs Hokkian tapi pinyin. Saya pribadi lebih nyaman kalau istilah-istilahnya pake bhs Hokkian karena sudah kebiasaan sejak dulu pertama kali kenal dengan yang namanya cersil. Dalam buku ini akan banyak ditemukan kata-kata “lho”, “sih”, “dong”, “deh”…(lucu juga sebenarnya) tapi mungkin lebih baik kalau tidak semua kata-kata/istilah diterjemahkan sehingga malah buat bingung seperti dewi Kwan Im batu, tiada bunga, ibu air yin ji, burung huabi, guru besar kumei, tuan muda kelelawar. Ceritanya tetap menarik dan membuat penasaran, cuma diwalnya ada sedikit yang aneh, Jin Lingzi yang sudah mati di Legenda Kelelawar tiba2 muncul lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...