Minggu, 14 Oktober 2012

The Butterfly Lovers 2008


Serial yang diadaptasi dari cerita rakyat Cina Sampek-Engtay ini sudah beberapa kali dibuat adaptasinya, dulu aq sempat nonton yang pemainnya Nicky Wu dan Charlie Yeung dan aq suka banget tapi sayang aq belum punya dvdnya. Dan tahun 2008 dibuat lagi versi terbarunya dengan pemainnya Wu Chun, Charlene Choi da Hu Ge, sebenarnya aq beli film ini bukan karena ceritanya tapi karena Hu Ge main disitu tapi sayang disini karakter Hu Ge lumayan nyebelin.. tapi overall it's oke
Jujur aja dibanding dg versi Nicky Wu versi yang ini rada2 mengecewakan bukan karena Hu Ge g jadi tokoh utama (sempat kecewa juga sih) tapi karena ceritanya yang kurang dan banyaknya perubahan dari cerita aslinya. Dan yang paling menyimpang adalah ending nya dimana dibuat hampir sama persis dengan Romeo dan Juliet.. So ini dia review ceritanya..

Cast :


Charlene Choi as Zhu Yanzhi


Wu Chun as Liang Zhongshan



 Hu Ge as Ma Cheng'en



 Review :


Film ini dimulai dengan narasi tentang legenda Butterfly Lovers. Zhu Yanzhi menyamar sebagai seorang pria untuk pergi belajar ke sekolah dimana dizaman itu hanya laki2 yang boleh bersekolah, dimana dia akan mempelajari ilmu sastra dan ilmu bela diri untuk nantinya dia bisa melindungi keluarganya.  
Di sanalah Yanzhi bertemu dengan Liang Zhongshan yang selalu melindunginya dan Yanzhi memanggilnya kakak. Yanzhi memiliki dua hiasan kupu-kupu dan dia menghiasi pedang milik Zhongshan dengan hiasan itu. Pada awalnya Zhongshan marah karena Yanzhi menggambar kupu-kupu pada pedangnya tapi akhirnya dia menerimanya juga. Hubungan mereka pun semakin erat.

Zhongshan akhirnya menyadari bahwa Yanzhi adalah seorang wanita dan membuat pin kupu-kupu untuknya. Akhirnya, Ma Cheng’en, teman masa kecil Yanzhi datang untuk menjemputnya dan membawanya kembali ke keluarganya.  



Yanzhi senang bahwa dia akan pulang tetapi mengatakan dia merasa sedih karena kehilangan Zhongshan, yang sudah dia cintai. Sebelum dia pergi, Zhongshan membawanya ke lembah kupu-kupu, lapangan berumput hijau yang indah di mana ratusan kupu-kupu terbang.


Yanzhi dibawa kembali ke keluarganya dan terkejut karena orang tuanya telah menyiapkan perjodohan antara dia dan Cheng’en. Dan dengan tegas Yanzhi menolak pernikahan tersebut. Namun Cheng’en malah merantai Yanzhi untuk memaksanya untuk menikahinya. Ketika Zhongshan datang untuk menemui Yanzhi, dia berjanji bahwa ia akan menyelamatkannya, tapi Cheng’en curiga terhadap Zhongshan dan membuat sebuah rencana untuk mencegah gangguan apapun. Dia memenjarakan orang tua Yanzhi dan memberitahu Yanzhi bahwa ia akan membunuh Zhongshan dan orangtuanya kecuali dia bersedia menikah dengannya. Takut terjadi sesuatu pada orang tua dan kekasihnya, akhirnya Yangzhi bersedia menikah dengan Cheng’en.

Ketika Zhongshan datang untuk menemuinya, Yanzhi mengatakan kepadanya bahwa dia tidak lagi mencintainya dengan latar belakang mereka terlalu berbeda. Dia mengembalikan pin kupu-kupu dan memotong seikat rambutnya untuk diberikan kepada Zhongshan (tradisi Cina kuno, mirip dengan mengembalikan cincin pertunangan). Zhongshan percaya bahwa Yanzhi tidak lagi mencintainya diapun pulang dengan perasaan patah hati.

Yanzhi juga sedih karena sekarang dia harus menikah dengan seorang pria yang tidak dia sukai. Lalu pada malam hari, Guru yang mengajari Yanzhi disekolah mengunjungi dan memberinya ramuan yang akan membuatnya tampak mati. Pada hari pernikahan, Yanzhi memakan obat itu. Semua orang percaya bahwa Yanzhi telah mati, termasuk Ma Cheng’en, yang begitu terpukul, dan berseru "Kau lebih baik mati daripada menikah denganku!?". Upacara pernikahan pun berubah menjadi upacara pemakaman.

Zhongshan masih patah hati, tapi memutuskan bahwa dia harus menemui Yanzhi dan melihat apakah Yanzhi bahagia atau tidak. Ketika perjalanan ke sana, dia bertemu dengan seorang gadis pelayan yang selama ini melayani Yanzhi, yang mengatakan kepadanya bahwa Yanzhi telah meninggal karena bunuh diri. Zhongshan merasa sangat sedih dan terpukul karena dia menyadari bahwa Yanzhi tidak bahagia dan dia setuju untuk menikah Ma
Cheng’en hanya untuk menyelamatkan dirinya. Zhongsan memutuskan bahwa dia akan mengubur Yanzhi di lembah kupu-kupu, tempat yang paling disukai Yanzhi. Zhongshan datang ke pemakaman Yanzhi untuk mengambil tubuh kekasihnya.


Sebuah pertempuran berdarah terjadi antara Zhongshan dan Ma Cheng’en. Keduanya menderita luka yang sangat parah tapi akhirnya Cheng’en menyerah. Zhongshan mengambil tubuh Yanzhi dan membawanya sampai ke lembah kupu-kupu. 

Ia pun menggali sebuah lubang kuburan dan meletakkan tubuh Yanzhi di sana dan akhirnya karena luka-lukanya yang parah dan kelelahan Zhongshan berbaring di kuburan, di samping Yanzhi, menciumnya, dan lalu meninggal. 

Teman2 Zhongshan melihat tubuh dua kekasih itu, berbaring berdampingan, dan memutuskan untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai Zhongshan, Mereka mulai menimbun kuburan itu dengan tanah. Yanzhi, bagaimanapun, masih belum benar-benar mati. Dia tidak bisa bergerak atau berbicara, tapi ia bisa mendengar. Dia bangun dan melihat Zhongshan yang telah mati berbaring disebelahnya dan melihat teman Zhongshan mengubur mereka bersama-sama.  

Dia berbisik, "Tunggu aku", menutup matanya, dan akhirnya benar2 mati, dan akhirnya Yanzhi dan Zhongshan bisa bersama selamanya. Ketika kuburan sudah terisi penuh, terlihat sepasang kupu-kupu terbang bersama-sama menuju langit biru. Lalu di akhirat, kita melihat bahwa Yanzhi dan Zhongshan yang akhirnya bisa bersama selamanya.

Credit : wikipedia, baidu, koalaplay'sground

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...