Rabu, 23 Mei 2012

The Kite Runner - Resensi

Semua orang tahu negara Afghanistan setelah terjadinya serangan pesawat yang merontokkan dua gedung kembar WTC. Sejak itu Amerika balas dendam dengan menginvasi negara tersebut, menghancurkan kekuatan Taliban sampai ketika tahun lalu mereka menghabisi Osama Bin Laden. Dari semua pemberitaan ini sulit membayangkan sebuah Afghanistan yang berbeda. Sebuah Afghanistan yang damai dari perang di mana dua orang anak bernama Amir dan Hassan berlari-lari sambil bermain layangan menghabiskan liburan mereka sambil bermain di bukit.
Amir tidak memiliki alasan apapun untuk iri kepada Hassan. Malahan bisa dibilang Hassanlah yang seharusnya iri kepada Amir. Amir memiliki segalanya, hadiah-hadiah yang diberikan oleh Baba, ayahnya, kepadanya, Hassan hanyalah pelayan dari Amir, dan yang terpenting Amir bukan seorang Hazara, ras yang di negara Afghanistan dianggap sebagai inferior. Tapi pada kenyataannya kenapa Hassan lah yang selalu mendapatkan perhatian dari Baba? Kenapa Amir harus membagi ayahnya kepada Hassan sementara
Hassan sendiri sebenarnya juga sudah punya ayah?

The Kite Runner Cover 1
Afghanistan di dekade 1970an bukan sebuah negara yang damai. Ada banyak konflik antara dua ras Pashtun dan Hazara di mana ras Pashtun selalu menganggap mereka merupakan keturunan yang lebih superior ketimbang ras Hazara. Akan tetapi di era tersebut orang masih bisa menonton film barat western ala The Magnificent Seven di bioskop (sederhana) sampai terlibat dalam festival tahunan permainan layang-layang yang diikuti oleh puluhan anak-anak remaja. Ini semua berubah ketika pasukan Russia menginvasi Afghanistan. Mendadak masalah tidak lagi menjadi pertentangan antara Sunni dan Shia melainkan opresi dari bangsa komunis.
Dan kehidupan Amir, Hassan, dan keluarga mereka akan berubah selama-lamanya setelah tahun 1975…
The Kite Runner adalah sebuah novel yang sangat luar biasa dari Khaled Hosseini. Saya harus jujur bahwa pengetahuanku mengenai negara-negara di Timur Tengah memang sangat terbatas pada apa yang ada dalam berita saja. Saya tak tahu banyak mengenai kehidupan sosial di dalamnya. Sebab itu novel yang bisa dibilang terbagi dalam tiga bagian ini menjadi sebuah bacaan yang sangat menarik bagiku. Hosseini tidak hanya mengisahkan mengenai keadaan Afghanistan pada tahun 1970an dulu tetapi juga bagaimana keadaan negara ini sekarang – setelah rezim demi rezim mendudukinya. Memang sungguh malang orang yang tinggal di negara tersebut. Tak hanya orang Russia saja yang menginvasi mereka. Setelah itu kaum Mujahidin sampai rezim Taliban turut mendudukinya. Hingga hari di mana saya menulis artikel ini – hampir 10 tahun lebih setelah Amerika membantu memukul mundur Taliban – Afghanistan masih belum menemukan kedamaian.
The Kite Runner Cover 2
Kendati persahabatan antara Amir dan Hassan menjadi fokus pada sepertiga awal novel ini, jangan salah sangka. Ini masih sebuah buku mengenai kehidupan Amir; mengenai bagaimana ia mencoba memulai kehidupan barunya di Amerika, bagaimana ia menemukan cinta sejatinya, sampai bagaimana ia berusaha menebus kesalahan pada masa lampaunya. Ini adalah sebuah bacaan yang sederhana mengenai seseorang yang mencari ‘redemption‘ tetapi menjadi luar biasa karena kepiawaian olah kata Hosseini.
Oh ya, setelah membaca novel ini saya jadi tahu bahwa ternyata kata-kata Indonesia banyak yang diserap dari bahasa asing. Ambil contoh: ‘hadia‘ yang berarti hadiah, ‘quat‘ yang berarti kuat, sampai ‘yateem‘ yang berarti yatim. Semua pengetahuan baru ini sungguh membuka mataku mengenai betapa aku sebelumnya begitu buta dengan salah satu peradaban paling besar di jaman kuno dulu selain Romawi dan Cina.
So my verdict is… Khaled Hosseini menggubah salah satu novel terapik yang pernah saya baca. Terlepas dari apakah kalian beragama Islam atau tidak, peduli mengenai keadaan Afghanistan atau tidak, ini adalah bacaan yang akan memperkaya wawasan dan menghangatkan hatimu. Jangan lewatkan.

sumber : http://tukangreview.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...